beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Tanah Longsor di Kabupaten Pesisir Barat Lampung, 3 Orang Meninggal

Elya Berliana Prastiti,
15 November 2022 21.30.27 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Tanah Longsor di Kabupaten Pesisir Barat Lampung, 3 Orang Meninggal
Image: Ilustrasi tanah longsor. (Pixabay)

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tiga orang warga Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, meninggal dunia setelah tertimbun tanah longsor pada Minggu (13/11/2022) pukul 07.00 WIB.

“Para korban meninggal setelah tertimbun material longsor yang juga menyebabkan kediamannya yang berada di lereng perbukitan dengan ketinggian 3 meter itu rata dengan tanah,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D. dalam keterangan yang diterima, Senin (14/11/2022).

Pada pukul 09.20 WIB, ketiga jasad korban tersebut ditemukan oleh tim gabungan BNPB Kabupaten Pesisir Jawa Barat, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan bersama beberapa warga sekitar.

Berdasarkan hasil kaji cepat sementara, tanah longsor itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dengan waktu yang cukup lama dari malam hingga pagi hari. Kondisi tanah yang gembur dan tidak stabil menjadi faktor lain penyebab terjadinya tanah longsor.

Menurut perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Lampung berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sampai Selasa (15/11/2022).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemangku kebijakan daerah setempat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi bencana susulan yang disebabkan oleh faktor cuaca.

Selain itu, Pemerintah Daerah harus memastikan kesiapan alat, perangkat, dan personel untuk menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang masih akan berlanjut selama beberapa hari ke depan, menurut BMKG.

BNPB meminta seluruh unsur Forkopimda melakukan upaya perbaikan pengelolaan lingkungan agar bencana seperti banjir bandang hingga tanah longsor tidak terulang kembali.

“Upaya seperti monitoring lereng tebing, khususnya yang berada di wilayah pedesaan dan permukiman padat penduduk agar dilakukan secara berkala,” katanya.

Masyarakat juga diimbau apabila hujan turun lebih dari satu jam, mereka yang tinggal di bantaran sungai dan lereng tebing agar mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.

“Pastikan memperoleh perkembangan informasi terkait peringatan dini cuaca dari BMKG dan informasi mengenai penanggulangan bencana dari BNPB, BPBD, TNI, Polri dan lintas instansi lainnya,” tutup Abdul.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait