menu
user
URnews

Terbukti Bersalah, Brigjen Pol Prasetijo Utomo Divonis 3,5 Tahun Penjara

Anisa Kurniasih,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Terbukti Bersalah, Brigjen Pol Prasetijo Utomo Divonis 3,5 Tahun Penjara
Image: Brigjen Pol Prasetijo Utomo (tengah) berbincang Dengan kuasa hukumnya usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (10/3/2021). (ANTARA)

Jakarta - Mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Prasetijo Utomo dijatuhin hukuman 3,5 tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Prasetijo juga diberi hukuman berupa membayar denda senilai Rp100 juta subsider 6 bulan penjara. 

"Mengadili, menyatakan terdakwa Brigjen Prasetijo Utomo telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," terang M Damis ketika membacakan amar putusannya, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (10/3/2021).

Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis menegaskan, Brigjen Prasetijo Utomo telah terbukti secara sah bersalah menerima suap sebesar Rp 100.000 dolar AS dari terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra).

Menurut Hakim Ketua, uang suap tersebut sebagai upaya untuk menghapus nama Djoko Tjandra dari Daftar pencarian Orang (DPO) yang dicatatkan di Direktorat Jenderal Imigrasi.

"Kedua, menjatuhkan pidana oleh karenanya kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan dan pidana denda sejumlah Rp 100 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar maka diganti dengan pidana 6 bulan kurungan," katanya lagi melanjutkan.

Putusan Majelis Hakim tersebut lebih tinggi dari tuntutan yang diajukan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pasalnya, JPU sebelumnya mengajukan tuntutan pidana 2,5 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Hakim menilai Prasetijo tebukti melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Dalam menjatuhkan vonis hakim mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk yang memberatkan, Brigjen Prasetijo Utomo dianggap tidak mendukung program Pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. Selain itu, dia juga dinilai telah merusak citra atau nama baik Korps Bhayangkara di mata masyarakat. 

"Pertimbangan yang meringankan, Brigjen Prasetijo Utomo sudah mengabdi di Institusi Polri selama 30 tahun, berprilaku sopan, dan mengakui perbuatannya," kata Damis. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait