beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Terunik di Indonesia, Berani Datang ke Museum ‘Kematian’ Ini?

Nunung Nasikhah,
19 September 2019 10.45.00 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Terunik di Indonesia, Berani Datang ke Museum ‘Kematian’ Ini?
Image: istimewa

Surabaya - Jika selama ini kata museum identik dengan barang kuno, maka beda halnya dengan museum satu ini. Yup, museum yang berada di Kota Surabaya ini bertema ‘kematian’ lho. Serem kan?

Museum yang diberi nama ‘museum etnografi’ ini berlokasi di Universitas Airlangga (Unair) kampus B, Jalan Dharmawangsa Surabaya. Museum ini diresmikan pada 25 September 2005 silam dan berada di depan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unair.

Tema kematian dipilih karena banyak masyarakat yang menganggap bahwa kematian adalah sesuatu hal yang menakutkan. Selain itu, acapkali masyarakat mengkaitkan kematian dengan benda tak kasat mata seperti hantu.

Ide pendirian Museum ini berasal dari dua orang sahabat yang sama-sama menekuni ilmu antropologi. Mereka adalah Dr. drg. A. Adi Sukada, ahli antropologi budaya dan Prof. Dr. Habil Josef Glinka, SVD, ahli antropologi ragawi yang ingin menyatukan konsep itu ke dalam suatu pusat kajian (museum).

Baca Juga: Pesawat N250 Gatotkaca Buatan Habibie Bakal Dimuseumkan di Yogyakarta

Kemudian disepakatilah perpaduan antara antropolgi budaya dan antropologi ragawi, suatu tema tentang kematian. Antropologi ragawi akan menjelaskan apa yang terjadi pada raga saat kematian terjadi.

Saat memasuki museum, pengunjung akan disuguhkan beberapa pajangan kerangka manusia berupa tengkorak.

Museum Etnografi

Di samping kiri pintu masuk museum, pengunjung juga akan melihat replika dan informasi mengenai ritual adat dari budaya suku Toraja, yakni Ma’ Nene’, saat jenazah leluhur keluarga Toraja akan dibersihkan, digantikan baju dan kainnya.

Memasuki lebih dalam ke museum ini, pengunjung akan melewati lorong gelap. Di samping kanan lorong, pengunjung akan melihat suasana seperti di dalam kubur dan terdapat replika mayat yang sedang terbujur di sana.

Pemandu Museum Etnografi, Desi Bestiana mengatakan, di dalam museum, pengunjung akan disuguhi koleksi tengkorak, prosesi kematian dan replika mumi hingga tampilan infografis di tiap sudut bangunan.

Infografis yang ditampilkan pun beragam warna, hal ini bertujuan untuk menarik minat pengunjung agar membaca informasi di dalamnya. Seperti infografis tentang prosesi pemakaman termahal, seputar indigo, serta masih banyak lagi.

Baca Juga: Museum Bentoel Malang Dijual, Masyarakat Layangkan Surat Terbuka

“Jadi kita di sini konsepnya nggak hanya ingin menunjukkan benda-bendanya aja. Tapi kita lebih ke infografis biar runtut nggak hanya menampilkan sekadar barang aja, namun ada penjelasan yang mendukung juga,” tutur Desi sebagaimana dikutip dari website humas Pemkot Surabaya.

Desi menambahkan, semua koleksi di dalam museum diperoleh dari mahasiswa yang melakukan praktik kerja lapangan (PKL).

Selain itu, koleksi ini juga didapat dari beberapa dosen atau tokoh yang concern terhadap ilmu antropologi serta hibah kepolisian.

“Untuk barang-barangnya sendiri sebelumnya dari dosen, terus dari barang hibah mahasiswa-mahasiswa PKL, tapi itu kan lebih umum dan itu benda-benda etnografi aja. Karena sekarang temanya kematian, jadi yang kita pilih di sini adalah barang-barang yang sesuai dengan tema kematian tersebut biar nggak keluar dari konteks,” tandasnya.

Desi juga menjelaskan, museum etnografi ini telah meraih penghargaan Anugerah Purwakalagraha Indonesia Museum Awards 2018, bersama 435 museum yang lain.

Baca Juga: Mau Lihat Koleksi Tenun Ikat dari Berbagai Negara? Yuk ke Museum Tekstil

“Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian Unair ini menjadi satu-satunya museum terunik di Indonesia,” terangnya.

Pengunjung bisa datang pada setiap hari Senin sampai Jumat, mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00 WIB. Nah, asyiknya lagi kalian nggak perlu mengeluarkan biaya untuk bisa masuk ke museum ini guys alias gratis.(*)

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait