Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URstyle

Tips Menulis Artikel Ilmiah, Apa Saja?

Shelly Lisdya,
2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Tips Menulis Artikel Ilmiah, Apa Saja?
Image: Ilustrasi menulis. (Pixabay)

Surabaya - Salah satu kunci keberhasilan publikasi artikel ilmiah populer adalah dapat dipahami oleh masyarakat umum. Hanya saja, terkadang penulis masih kesulitan merangkai kata-kata yang dapat diterima oleh masyarakat luas.

Salah satu jurnalis dalam acara yang diadakan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Markus Sumartomdjon memaparkan tips menulis artikel atau opini ilmiah populer yang bisa menarik perhatian media massa.

Markus menjelaskan bahwa artikel yang menarik memiliki sifat argumentatif dan mengungkapkan pendapat atau kritik.

“Artikel yang menarik adalah memberikan pandangan, pendapat, tanggapan, atau kritik terhadap suatu kondisi sosial yang nyata,” ujarnya dikutip Urbanasia, Rabu (22/9/2021).

Sebelum menulis artikel, Urbanreaders terlebih dahulu harus menentukan ide dan konsep yang akan ditulis.

“Bisa melalui hasil penelitian ilmiah, data terbaru dari lembaga statistik atau lembaga penelitian lain yang berkompeten, penemuan-penemuan ilmiah terkini, dan isu yang banyak dibicarakan di berbagai media,” terangnya.

Agar ide-ide tersebut mengikuti latar belakang keilmuan penulis. Tema tulisan harus up-to-date atau aktual tidak kalah penting untuk menentukan ide artikel.

“Hal ini penting untuk memastikan bahwa artikel tersebut up to date atau segar,” katanya.

Saat menulis, mulailah dengan membuat outline artikel agar artikel tersusun dengan baik dan mudah dipahami oleh pembaca umum.

“Penulis juga bisa mulai menulis dengan menggunakan grafik. Umumnya memuat masalah atau penelitian terkini, penjelasan masalah atau hasil penelitian, penjelasan penyebab, dan solusi atau kelebihan hasil penelitian,” kata Markus.

Markus mengatakan ada lima poin penting yang harus diperhatikan penulis. Poin-poin tersebut adalah menggunakan bahasa yang mudah dipahami, meminimalkan penggunaan istilah akademik, hanya merangkum data dalam bentuk angka untuk mendukung argumen penulis, menggunakan kalimat efektif dan efisien, dan menulis ide orisinal melalui sudut pandang berbeda.

“Terakhir, jangan lupa untuk mengecek kembali artikelnya. Pastikan tidak ada kesalahan penulisan. Kemudian, jangan lupa juga untuk mengirimkan artikel ke media yang memiliki karakteristik yang sama dengan tulisan kita. Selain itu, jangan lupa untuk terus mengasah skill dan kompetensi kalian,” tandasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait