URtrending

2020: Selain Dipesan Online, Angkot di Malang Juga Bakal Punya Halte Virtual

Nunung Nasikhah, Rabu, 27 November 2019 14.15 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
2020: Selain Dipesan Online, Angkot di Malang Juga Bakal Punya Halte Virtual
Image: Ilustrasi angkot. (Nunung Nasikhah/Urbanasia)

Malang - Tak hanya ojek dan taxi, angkot pun akan bisa dipesan secara online di Kota Malang. Nah, setelah mengalami pembicaraan yang cukup panjang, program Angkutan Kota (angkot) berbasis online ini bakal diujicobakan 2020 mendatang.

Dalam hal ini, Pemerintah Kota Malang resmi menggandeng PT Teknologi Olah Rancang Nusantara (TRON). Nota kesepahaman antara keduanya telah resmi ditandatangani, baru-baru ini.

Kedepan, pemesanan angkot di Malang akan menggunakan aplikasi bernama TRON yang bisa didownload secara gratis di Playstore. Aplikasi ini akan memberikan informasi mengenai jarak, waktu tempuh, titik temu sesuai jalur hingga mekanisme bonus bagi pengemudi.

Nah, nantinya juga akan ditentukan titik jemput sesuai trayek angkutan umum dalam aplikasi, atau yang disebut dengan Halte Virtual. Halte virtual sendiri adalah tempat atau titik dimana penumpang dan pengemudi angkutan umum bisa bertemu secara virtual.

Baca juga: Liburan Akhir Tahun di Semarang? Pesona Kota Lama Bisa Jadi Pilihan

Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan, sebelum diterapkan, sistem ini akan lebih dulu disosialisasikan ke masyarakat. Tujuannya agar masyarakat memahami bahwa program ini diterapkan untuk mengurangi kemacetan.

Untuk uji coba, Sutiaji mengatakan, akan dilakukan kurang lebih selama setahun. Menurut rencana, tahapan uji coba perdana akan mulai digelar pada April 2020 mendatang.

Hanya saja, uji coba dilakukan untuk sebagian angkutan kota yang beroperasi di wilayah Kota Malang. Alasannya karena penerapan angkutan kota berbasis online ini tidak wajib. Terserah masing-masing sopir angkot.

“Ini sifatnya memberikan pilihan kepada para supir angkot. Bagi mereka yang mau silahkan, tidak harus semua menggunakan aplikasi tersebut,” ungkap Sutiaji.

Baca juga: Dua Komunitas Islam Kecam Larangan Penggunaan Atribut Natal di Mall Malang

Perlu diketahui, dengan sistem online ini, sopir angkot tak perlu lagi mangkal di pinggir jalan dan lebih mudah mendapatkan penumpang. Di samping itu, berdasarkan pengalaman dari kota-kota lain, sistem angkot online ini bisa meningkatkan pendapatan sopir angkot.

Tak hanya memudahkan sopir angkot dalam mendapatkan penumpang, sistem ini juga mempermudah calon penumpang yang hendak naik angkot.

Pasalnya, dengan aplikasi, penumpang akan tahu dimana posisi angkot terdekat sehingga tidak perlu lagi menunggu di halte dengan waktu yang lama.

Dengan aplikasi ini, ada kepastian bagi sopir dan penumpangnya. Mereka bisa tahu jam dan menit di mana penumpang harus dijemput atau naik. Trayeknya pun disesuaikan dengan yang ada saat ini. Pun dengan tarif juga akan sama dengan sekarang.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait