menu
user
URtech

Uniknya 'Hope', Game Casual Arcade Karya Mahasiswa ITS

Nivita Saldyni,
lebih dari 1 tahun yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
 Uniknya 'Hope',  Game Casual Arcade Karya Mahasiswa ITS
Image: Humas ITS Surabaya

Surabaya - Urbanreaders ada kabar bahagia nih buat kamu pecinta game. Pasalnya, mahasiswa ITS baru saja mengembangkan game baru bergenre casual arcade yang diberi nama Hope.

Mereka adalah tiga mahasiswa Departemen Informatika ITS yang diketuai Vincentius Tanubrata dan beranggotakan Feraldy Nathanael serta Ignatius Dwiki Iskandar.

Ditanya soal ide game ini, ketiganya mengaku tak sengaja menemukan ide untuk membuat game ini. Lalu dikembangkanlah game ini oleh ketiganya dengan tujuan sebagai sarana hiburan bagi para pengguna.

Secara umum, konsep game ini menampilkan Slime yang terjebak di bawah tanah dan pengguna game harus membantunya naik dengan melewati berbagai rintangan.

Baca Juga: Google Play Store Rilis Daftar Aplikasi dan Game Terbaik 2019

Dengan menggunakan tombol drag and hold, pengguna akan terbantu untuk mengeluarkan trajectory yang nantinya dipakai sebagai arahan untuk membuat Slime dapat melompat.

Uniknya, game ini menampilakan karakter Slime sebagai pemeran utama yang menempel di di mana saja dan membuatnya berbeda daripada game lainnya.

Karakter Slime ini bisa menempel di berbagai sisi dinding, baik dalam posisi tegak maupun terbalik. Ini nih yang menjadikan game ini sebagai satu-satunya yang ada di Indonesia.

Berkat Hope, ketiganya berhasil meraih juara pertama pada kompetisi Creative Idea in Development (Credia.id) kategori Game Development di Universitas Islam Negeri (UIN), Malang.

"Para juri memang sempat menyinggung terkait dengan konsep game kami, mereka heran melihat mekanik game kami yang dapat menempel," terang Feraldy.

Baca Juga: Pra-Registrasi Game Legend of Kingdoms Sudah Dibuka, Yuk Daftar!

Selain dinilai inovatif, game Hope diakui menghadirkan warna baru bagi game di Indonesia. Apalagi dengan karakter Slime yang beberapa waktu belakangan lagi hits banget.

Kerennya, tim binaan Hadziq Fabroyir SKom PhD., dosen Informatika ITS ini hanya memakan waktu selama dua minggu dalam proses penciptaan dan persiapannya!

Bukan waktu yang lama dan relatif singkat, namun hebatnya mereka berhasil menyisihkan 48 tim lain dari berbagai institusi asal Indonesia.

"Dari 49 tim yang berlaga, termasuk kelompok kami, dipilih sepuluh tim terbaik untuk lolos ke tahap presentasi," kata Feraldy.

Melihat para kompetitor yang tak kalah hebatnya, tim ini mengaku sempat minder. Namun dengan kinerja apik antar anggota tim, rasa minder itu bisa mereka kalahkan.

Baca Juga: Kenalkan GIA, Jagoan di Game Karya Anak Bangsa Lokalapa

Menurut Feraldy, saingan terberat mereka adalah Tim Grinsimile dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang keluar sebagai juara 2 dan Tim Tic Tech dari Universitas Negeri Malang (UM) yang menjadi juara 3.

"Mereka kerap mengikuti berbagai ajang perlombaan game development, sehingga memiliki lebih banyak pengalaman," katanya.

Kini, ketiganya sedang fokus mematangkan kembali game Hope ciptaannya.

Meski belum tau kapan, namun rencananya jika sudah siap Hope akan dijajakan dan dapat diakses melalui Google Play Store.

"Sebenarnya, game ini belum benar-benar beres sehingga diperlukan pengembangan lebih lanjut agar dapat dikonsumsi oleh masyarakat," katanya.

Tak puas dengan Hope, mahasiswa angkatan 2018 ini berharap akan dapat mengembangkan ide untuk game-game lain ke depannya dan dapat ikut meramaikan industri game di Indonesia.(*)

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait