Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtainment

Vicky Prasetyo Divonis 4 Bulan Penjara Buntut Penggerebekan Angel Lelga

Deandra Salsabila,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Vicky Prasetyo Divonis 4 Bulan Penjara Buntut Penggerebekan Angel Lelga
Image: Vicky Prasetyo (Instagram/Vickyprasetyo777)

Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis hukuman penjara 4 bulan kepada terdakwa Vicky Prasetyo. Vonis majelis hakim PN Jakarta Selatan ini terhitung lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yaitu 8 bulan penjara. 

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Hendrianto dengan pidana selama empat bulan penjara dipotong masa tahanan," ucap majelis hakim dalam persidangan, Kamis (9/9/2021).

Sebelumnya, Vicky Prasetyo resmi ditahan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 7 Juli 2020. Vicky Prasetyo pun mendapatkan penangguhan tahanan. Ia akhirnya bebas dari Rutan Salemba pada 17 September 2020. Menurut Ramdan Alamsyah selaku kuasa hukum Vicky Prasetyo, kliennya sudah menjalani masa tahanan selama 2 bulan 10 hari.

Kasus ini adalah buntut dari penggerebekan Vicky Prasetyo terhadap Angel Lelga pada November 2018. Penggerebekan dilakukan karena Vicky Prasetyo menduga Angel Lelga yang saat itu masih menjadi istrinya berselingkuh dan berzina dengan seorang pria bernama Fiki Alman. 

Setelah beberapa hari usai penggerebekan, Vicky Prasetyo melaporkan Angel Lelga atas dugaan perzinaan dengan Fiki Alman. Laporan tersebut dibuat Vicky Prasetyo di Polres Jakarta Selatan dengan nomor 2256/K/XI/2018/PMJ/Restro Jaksel. 

Merasa difitnah, Angel Lelga pun melaporkan balik Vicky Prasetyo ke Polda Metro Jaya pada 21 Desember 2018 atas dugaan pencemaran nama baik.

Pada penghujung 2018, Polres Jakarta Selatan menerbitkan Surat Perintah Pemberhentian Penyelidikan (SP3) atas kasus dugaan perzinaan yang dilaporkan Vicky Prasetyo. Maka dari itu, Angel Lelga dinyatakan tidak terbukti berzinah dengan Fiki Alman sebagaimana yang dituduhkan Vicky Prasetyo.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait