Jakarta - Truecaller, aplikasi identifikasi penelepon dan pemblokir spam kembali merilis laporan tahunan. Dalam laporan bertajuk Truecaller Insights Report 2020 mengungkap Indonesia menjadi negara dengan spam tertinggi di Asia!

Pantauan Truecaller sepanjang 2020 mengungkap bahwa 1 dari 10 panggilan spam di Indonesia ternyata adalah upaya penipuan.

Umumnya pelaku penipuan menghubungi korban dan meminta kode OTP yang dikirimkan ke ponsel mereka. Penipu kemudian memakai kode-kode tersebut untuk mengakses dompet elektronik atau rekening bank korban.

Diungkap pula sebanyak 99% panggilan spam di Indonesia berasal dari nomor domestik. Lembaga keuangan (52%), penyedia asuransi (25%), dan operator telekomunikasi (11%) masih menjadi tiga institusi utama pengirim spam di Indonesia.

1607585399-20-negara-telepon-spam.jpegSumber: Data 20 negara dengan Telepon Spam Tertinggi di 2020. (truecaller)

Berdasarkan daftar 20 negara dengan spam tertinggi  di dunia, Indonesia berada di urutan keenam, setelah Brasil, AS, Hungaria, Polandia dan Spanyol. Bila dibandingkan tahun lalu, Indonesia berada di urutan ketiga.

Kendati terlihat ada perbaikan dalam jumlah panggilan scam (penipuan) dari tahun sebelumnya, angka tersebut masih belum ideal. Penyebab turunnya angka panggilan spam dan scam di Indonesia sendiri lantaran karena beberapa faktor.

"Yang kami lihat, ketika terjadi PSBB, akses untuk menggunakan peralatan atau teknologi menjadi lebih terbatas, ini bisa jadi salah satu alasannya. Ketika masyarakat luas sedang dalam ‘mode lockdown’, para pelaku penipuan pun juga berhenti beraksi selama beberapa waktu," kata Kim Fai Kok, Director of Communications Truecaller.

Sejauh ini di tahun 2020, Truecaller sudah memblokir dan mengidentifikasi total 31,3 miliar panggilan spam, meningkat 18% dibandingkan tahun lalu.

Hal ini terjadi karena semakin banyak pengguna yang mengandalkan Truecaller - dan di sisi lain, semakin banyak pula jumlah panggilan dari pelaku spam. 

Truecaller juga telah mengidentifikasi 145,4 miliar panggilan tidak dikenal, meningkat 25% dibandingkan tahun 2019.

Komentar
paper plane