beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Wow! Iran Siapkan Dana Rp 1 Triliun untuk Kepala Donald Trump

Citra Resmi ,
lebih dari 2 tahun yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Wow! Iran Siapkan Dana Rp 1 Triliun untuk Kepala Donald Trump
Image: Instagram @realdonaldtrump

Teheran - Pasca penyerangan Jendral Qassem Soleimani dan Komandan Tinggi Iran Abu Mahdi Al Muhandis oleh Presiden AS, Donald Trump, situasi makin memanas.

Dilansir I Stuff, pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan akan ada "pembalasan keras" atas serangan udara yang diperintahkan Presiden AS Donald Trump atas kepala Pasukan Quds elit negara tersebut.

Menjawab pernyataan itu, jika Iran membalas dan menyerang AS, Presiden Donald Trump mengatakan siap untuk menyerang "secara tidak proporsional".

Terkait pembalasan ini, beredar kabar bahwa Iran mengadakan sayembara berhadiah sekitar 1 triliyun.

Baca Juga: Balas Dendam! Iran Serang Pangkalan Militer AS di Irak

Hal ini dikabarkan bermula saat pemakaman Soleimani di Mashhad, seorang eulogis yang tidak disebutkan namanya muncul untuk menyerukan kepada rakyat Iran untuk membantu pembalasan itu dengan menyumbangkan uang.

Kepala biro NBC News Teheran Ali Arouzi menulis di Twitter bahwa diadakan seruan sayembara bernama "karunia pada kepala Presiden Trump."

Dalam sebuah video yang dibagikan ke Twitter, salah satu penyelenggara pemakaman dapat didengar menyemangati 80 juta penduduk yang kuat untuk menyisihkan masing-masing US $ 1.

Hasil uang yang terkumpul ini nantinya akan diberikan pada orang yang berhasil membawakan kepala dari Donald Trump.

Berdasarkan keterangan dari media Al Arabiya, video sayembara tersebut bahkan disiarkan secara langsung pada sebuah saluran televisi lokal.

Baca Juga: Waduh, Trump Siap Serang 52 Titik Vital Jika Iran Melawan!

Video ini pun segera jadi perbincangan besar di media sosial. Namun, masyarakat diingatkan bahwa bisa saja hal ini berkaitan dengan retorika politik belaka.

Sejak serangan udara tersebut, hubungan antara kedua negara ini memburuk. Banyak ancaman dikemukakan.

Bahkan, kabarnya Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan kepada kerabat Soleimani bahwa Amerika akan melihat dampak dari tindakan mereka "selama bertahun-tahun yang akan datang".

Warga AS di Irak dikabarkan didesak untuk segera pergi dan semua layanan konsuler dari kedutaan besar di Baghdad ditangguhkan. Namun, sekitar 5200 tentara Amerika di Irak tetap bertahan di sana.

Seperti yang diketahui, Donald Trump beralasan bahwa Departemen Pertahanan AS membunuh Jenderal Qasem Soleimani karena ia secara aktif mengembangkan rencana untuk menyerang diplomat Amerika dan anggota layanan lainnya di Irak. (*)

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait