Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

4 Desa di Cicurug Sukabumi Diterjang Banjir Bandang, 12 Rumah Hanyut

Nivita Saldyni,
lebih dari 1 tahun yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
4 Desa di Cicurug Sukabumi Diterjang Banjir Bandang, 12 Rumah Hanyut
Image: Banjir bandang di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat hanyutkan 12 rumah dan rendam puluhan rumah warga. (BNPB)

Sukabumi – Sebuah video detik-detik terjadinya banjir bandang di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat viral di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak banjir menyeret sejumlah rumah dan kendaraan warga.

Dari video yang diviralkan akun Instagram @lambe_turah pada Selasa (22/9/2020) tampak banjir bandang datang dengan cepat dan menghanyutkan sejumlah bangunan pada Senin (21/9/2020). Bahkan sempat tampak percikan api dari bangunan yang terseret itu.

Sementara itu, Raditya Jati, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melaporkan terdapat 12 rumah hanyut saat banjir bandang di Kecamatan Cicurung. Hingga pukul 20.30 WIB, puluhan rumah lainnya terendam air bercampur lumpur guys.

"Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaporkan 12 rumah hanyut, 85 rumah terendam dan 1 unit mobil tersapu banjir bandang. Sampai dengan informasi diterima, tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini," kata Raditya lewat keterangan resmi yang diterima Urbanasia di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Sementara itu soal kerugian, Pusdalops BPBD masih melakukan pendataan kerugian materiil di lapangan. Namun BPBD Kabupaten Sukabumi telah menurunkan personel tim reaksi cepat (TRC) untuk melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.

Adapun lokasi yang terdampak itu di antaranya adalah Desa Pasawahan (Kampung Cibuntu), Desa Cisaat (Kampung Cipari), Desa Mekarsari (Kampung Lio dan Nyangkowek), dan Desa Bangbayang (Perum Setia Budi). 

Soal penyebab banjir bandang ini sendiri, Raditya menjelaskan bahwa sebelumnya telah terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah setempat. Hal ini membuat Sungai Citarik - Cipeuncit meluap sekitar pukul 17.10 WIB dan memicu terjadinya banjir bandang.

Nah, untuk itu kita diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai petir atau kilat dan angin kencang di beberapa wilayah guys.

"Untuk membangun kesiapsiagaan bersama, masyarakat dapat berpartisipasi untuk menginformasikan kepada warga lainnya terkait kondisi genangan di lokasi dengan pemanfaatan media sosial yang terkoneksi dengan petabencana.id. Masyarakat dapat memonitor informasi yang dikumpulkan dari warga yang telah melapor melalui tampilan di situs petabencana.id," jelasnya.

Selain petabencana.id, Urbanreaders juga bisa loh menggunakan Twitter, Facebook dan Telegram untuk melaporkan kondisi lapangan, seperti genangan dan tinggi muka air ke sini.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait