Hot News

Jakarta - Tak sedikit pasangan suami istri yang mengalami masalah penurunan gairah seksual dan beralih pada obat perangsang untuk mengatasinya. Obat perangsang banyak dijual di pasaran dan bisa didapatkan dengan mudah.

Namun, apakah obat perangsang benar-benar aman dan mampu mengatasi masalah seksual? Sebelum mengonsumsi obat perangsang, berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

1. Penurunan Gairah Seksual Tidak Hanya Karena Kondisi Fisik

1595569796-obat-perangsang2.jpgIlustrasi. (Freepik)

Beberapa obat perangsang seperti sildenafil atau tadalafil, sebenarnya untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi. Namun, penurunan gairah seksual tidak selalu dikarenakan masalah ini, guys. Jika penurunan gairah seksual disebabkan oleh faktor psikologis seperti mengalami kecemasan, stres, dan depresi, maka obat-obatan disfungsi ereksi tidak akan menjawab permasalahan ini.

2. Tidak Semua Obat Perangsang Terdaftar Resmi

1595569819-obat-perangsang5.jpgIlustrasi. (Freepik)

Peredaran obat-obatan di Indonesia harus mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun, obat perangsang yang banyak beredar di pasaran sebagian besar tak memiliki izin resmi. Selain itu, tidak semua produsen obat ini secara terbuka memberikan informasi mengenai kandungan yang ada di dalamnya. Sehingga, tidak ada jaminan bahwa obat ini benar bisa berfungsi dengan baik.

3. Belum Terbukti

1595569841-obat-perangsang4.jpgIlustrasi. (Freepik)

Hingga saat ini belum ada bukti medis bahwa penggunaan obat perangsang benar-benar dapat mengatasi masalah penurunan gairah seksual. Jadi, khasiat obat ini baru akan terlihat setelah menggunakannya. Dengan kata lain, harus mencoba-coba.

4. Memiliki Banyak Efek Samping

1595569865-obat-perangsang3.jpgIlustrasi. (Freepik)

Penggunaan obat perangsang memiliki efek samping seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, gangguan pandangan, jantung berdebar kencang, berkeringat, dan insomnia. Jadi, konsumsi obat perangsang perlu diwaspadai.

5. Mengandung Bahan yang Berbahaya

1595569899-obat-perangsang6.jpgIlustrasi. (Freepik)

Banyak produk obat perangsang yang mengandung bahan-bahan asing berbahaya, namun tidak dicantumkan pada label komposisi. Sebagai contoh, beberapa suplemen obat perangsang wanita memiliki kandungan yohimbine, yaitu sebuah alkaloid dari kulit pohon di Afrika Barat.

Bahan yang terkandung di dalam yohimbine dipercaya dapat meningkatkan aliran darah hingga ke vagina. Namun pada kenyataannya, peningkatan aliran darah terjadi di seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan stres berat pada jantung, sehingga berisiko akan menimbulkan penyakit jantung atau gangguan pembuluh darah.

Alih-alih mengonsumsi obat perangsang, para ahli menyarankan cara mengatasi masalah penurunan gairah seksual dengan cara lain, seperti rutin melakukan olahraga, mengonsumsi makanan tinggi serat dan protein, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok dan alkohol, serta mengelola stres dengan baik.


Loading ..