menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

5 Perusahaan di Dunia yang Telah Terapkan 4 Hari Kerja

Nivita Saldyni,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
5 Perusahaan di Dunia yang Telah Terapkan 4 Hari Kerja
Image: Ilustrasi Aturan 4 Hari Kerja (Foto: Nevada SmallBusinessLogo.com)

 

Jakarta – Kerja empat hari seminggu tapi dibayar lima hari, siapa sih yang nggak mau? Tentu kedengarannya menarik, namun hal ini menjadi perdebatan di berbagai negara dunia, termasuk banyak negara Eropa. 

Dilansir dari Harvard Business Review, sebenarnya ide pemangkasan hari kerja dalam seminggu ini sudah dimulai sejak sekitar 20 tahun lalu di Prancis. Sejak saat itu, Prancis telah melakukan pengurangan jam kerja menjadi kurang dari 35 jam dalam satu minggu untuk menciptakan keseimbangan pekerjaan dan kehidupan para pekerja.

Ternyata sudah ada sejumlah perusahaan yang berhasil menerapkan hal ini dengan sukses sejak beberapa tahun lalu loh. Perusahaan-perusahaan ini bahkan mendapatkan hasil positif. Kira-kira mana saja? Berikut Urbanasia rangkum lima perusahaan di dunia yang sukses terapkan kebijakan empat hari kerja dalam seminggu :

Perpetual Guardian

1618901629-PerpetualGuardian.jpgSumber: Perpetual Guardian (Foto: BayStreetEx.com)

Dilansir dari situs 4dayweek, perusahaan pertama yang mulai menerapkan sistem empat hari kerja di dunia adalah perusahaan asal Selandia Baru, Perpetual Guardian. Perusahaan yang didirikan oleh Andrew Barnes ini pertama kali melakukan uji coba pada 5 Maret 2018 dengan melibatkan 240 orang staf. Uji coba dilakukan dengan kondisi kerja yang sama, termasuk target dan gaji per minggunya. Sehingga staf akan bekerja 30 jam seminggu, namun dibayar untuk 37,5 jam kerja dengan target mingguan yang sama.

Agar uji coba bermanfaat pada skala ekonomi dan produktivitas lokal dan global, Perpetual Guardian pun menggandeng akademisi dari The University of Auckland dan Auckland University of Technology (AUT) untuk mengukur hasil keterlibatan karyawan perusahaannya. Hasilnya, keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan para staf meningkat, dari yang awalnya 54 persen di 2017, naik menjadi 78 persen di 2018. Tingkat stres para staf pun menurun, dari yang awalnya 45 persen sebelum uji coba, menjadi 38 persen setelah uji coba. Berdasarkan hasil ini, sejak 1 November 2018, Perpetual Guardian memulai sistem empat hari kerja dalam seminggu secara permanen.

Baca juga: 5 Tips Menghadapi Rekan Kerja yang Baperan 

Microsoft 

1618901944-Microsoft.jpgSumber: Kantor Microsoft (Foto: World Economic Forum)

Keberhasilan Perpetual Guardian tampaknya membuat perusahaan-perusahaan besar dunia mulai melirik sistem empat hari kerja dengan tiga hari libur dalam seminggu ini. Salah satunya adalah Microsoft yang mulai mencoba hal sama pada Agustus 2019. Microsoft mulai mencoba menerapkan sistem empat hari kerja ini di markasnya yang ada di Jepang dengan melibatkan sekitar 2.300 staf.

Dilansir dari Forbes, eksperimen ini dilakukan dalam program yang disebut ‘Work-Life Choice Challenge 2019 Summer’. Dalam program ini, Microsoft Jepang memberikan kesempatan kepada stafnya untuk ‘memilih berbagai gaya kerja yang fleksibel, sesuai dengan keadaan kerja dan kehidupan’.

Hasilnya, percobaan yang dilakukan beberapa bulan ini menunjukkan bahwa produktivitas staf meningkat sebesar 40 persen dan mereka mendapatkan 25 persen waktu istirahat lebih banyak dari biasanya. Bukan itu saja, libur tiga hari dalam seminggu memberikan keuntungan kepada perusahaan, konsumsi listrik menurun 23 persen dan kertas yang dicetak 59 persen lebih sedikit dari biasanya. Namun dengan hasil positif ini belum diketahui apakah Microsoft bakal mengimplementasikan uji coba serupa di negara-negara lainnya.

Shake Shack

1618902301-ShakeShack.jpgSumber: Resto Shake Shack (Foto: Investopedia)

Pada tahun yang sama, jaringan burger populer di Amerika Serikat, Shake Shack juga mencoba eksperimen ini. Dilansir dari Business Insider, Shake Shack mulai mencoba empat hari kerja seminggu di beberapa lokasi yang berbasis Las Vegas pada Maret 2019.

Dari percobaan ini, CEO Shake Shack, Randy Garutti mengatakan bahwa hasilnya cukup menjanjikan. Salah satunya, hal ini telah memotivasi orang-orang untuk melamar pekerjaan. Bahkan setelah uji coba itu selesai, Shake Shack kemudian mengimplementasikan kebijakan ini di sekitar sepertiga lokasi yang mereka miliki.

Unilever

1618902472-GBN-Unilever.jpgSumber: Kantor Unilever (Foto: GCCBusinessNews)

Terbaru, perusahaan konsumen multinasional asal Inggris, Unilever juga mulai mencoba empat hari kerja ini di Selandia Baru pada Desember 2020. Uji coba dilakukan kepada 81 karyawan selama satu tahun. Sistemnya pun sama, pekerja diberikan kompensasi lima hari penuh atas kerjanya selama empat hari dalam seminggu. Setelah 12 bulan, Unilever akan melakukan evaluasi dan mempertimbangkan untuk mengadopsinya secara global kepada lebih dari 150.000 karyawannya di seluruh dunia.

Delsol 

1618902660-Delsol.jpegSumber: Kantor Delsol di Spanyol (Foto: Gerente.com)

Selain itu ada juga perusahaan perangkat lunak di Spanyol, Delsol yang menjadi perusahaan pertama di negara tersebut yang menerapkan empat hari kerja. Dilansir dari Time, penerapan empat hari kerja di Delsol ini membuat ketidakhadiran staf turun hampir 30 persen, tingkat kepuasan di antara rekan kerja dan pelanggan pun meningkat. Bahkan tidak ada satu pun dari 189 staf mereka yang keluar sejak kebijakan tersebut diberlakukan. Tampaknya inilah yang akhirnya membuat Spanyol mulai melirik manfaat empat hari kerja. Apalagi baru-baru Pemerintah Spanyol menyetujui usulan partai politik Mas Pais untuk melakukan uji coba empat hari kerja di negara tersebut selama tiga tahun.

Nah itu dia, guys, lima perusahaan yang pernah dan masih menerapkan kebijakan empat hari kerja. Kalau menurut Urbanreaders, kapan ya perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai mencoba hal ini?
 

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait