Medan - Dalam pengembangan kawaaan Food Estate di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa ada sebanyak 7 perusahaan swasta yang akan turut berinvestasi dalam mendukung terciptanya lumbung pangan ini, Urbanreaders

Tentu saja penanaman investasi dari para investor ini menjadi pendorong terbentuknya kelembagaan petani berbasis korporasi serta kawasan hortikultura terpadu yang berdaya saing, ramah lingkungan dan modern.

"Ada sekitar tujuh investor yang sudah siap dan tentunya akan mendukung omzet untuk kesejahteraan para petani," ujar Syahrul dalam keterangan tertulisnya di Jakarta. 

Persiapan yang dilakukan dalam pengembangan lumbung pangan yang dibangun di atas lahan seluas 1.000 hektare tersebut pun dimulai dengan sistem pengembangan model industri hulu-hilir, yakni mencakup pasca panen hingga market place yang menjadi pasar modern penyerap hasil produksi petani.

Selain itu Kementerian Pertanian juga akan meningkatkan kapasitas petani, yaitu dengan membentuk Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) urbanreaders. Tujuannya adalah untuk melakukn pengembangan komoditas hortikultura dan penyiapan benih hortikultura bermutu.

Lebih lanjut, untuk pengembangan kawasan ini Syahrul menyebutkan di tahun 2020 ini pembangunan akan dilakukan di area seluas 215 hektar dengan sumber dana dari APBN Kementan. 

Nah, adapun ke 7 investor yang disebutkan Syahrul akan menanamkan modalnya dalam pengembangan Food Estate adalah PT Indofood, PT Calbee Wings, PT Champ, PT Semangat Tani Maju Bersama, PT Agra Garlica, PT Agri Indo Sejahtera, dan PT Karya Tani Semesta.

Komentar
paper plane