Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

8 Negara di Eropa yang Alami Lonjakan Kasus COVID-19

Gagas Yoga Pratomo,
10 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
8 Negara di Eropa yang Alami Lonjakan Kasus COVID-19
Image: Ilustrasi peta penyebaran virus corona. (Computerworld)

Jakarta - Jika Indonesia telah mengalami penurunan kasus COVID-19 yang cukup signifikan, beberapa negara Eropa justru malah alami lonjakan kasus yang cukup tinggi. 

Lonjakan tersebut terlihat dari pertambahan kasus hariannya yang melonjak tinggi. Bahkan beberapa negara mengalami puncak kenaikan kasus tertinggi hariannya. 

Berikut daftar negara di Eropa yang alami lonjakan kasus COVID-19 berdasarkan data yang dihimpun oleh Worldometers. 

1. Jerman

Jerman salah satu negara Eropa yang mengalami lonjakan kasus COVID-19 harian tertinggi sejak Juli 2021. Tercatat pada 18 November 2021, Jumlah kasus harian di Jerman mencapai titik tertinggi dengan penambahan 65.371 kasus baru. 

Bahkan, kasus harian di Jerman selama bulan November ini terus berada di atas angka 20 ribu kasus setiap harinya. Dalam 2 hari terakhir, 20-21 November 2021 total  jumlah kenaikan kasus hariannya sebanyak 85.105.

2. Swiss

Sama seperti Jerman, Swiss sempat mencapai angka tertinggi dalam penambahan kasus harian COVID-19. Per tanggal 19 November 2021, jumlah penambahan kasus harian COVID-19 berada di angka 6.169.

Selama bulan November yang tengah berlangsung, jumlah penambahan kasus harian tersebut menjadi yang tertinggi, dan menjadi yang tertinggi juga dalam 3 bulan terakhir. 

3. Belanda

Kasus Covid-19 di Belanda melonjak secara signifikan dan mulai memberikan tekanan pada rumah sakit di seluruh negeri. Pada Senin (15/11/2021) jumlah pasien di Belanda meningkat menjadi sekira 2.000 orang, termasuk hampir 400 dalam perawatan intensif. Ini merupakan angka tertinggi sejak Mei 2021. 

Dengan hampir 250 penerimaan baru setiap hari, pasien rumah sakit di Belanda diperkirakan akan melewati jumlah 2.800 pasien yang tercatat dalam waktu kurang dari seminggu pada musim dingin tahun lalu. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait