beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Apa Itu Skin Barrier dan Gimana Cara Melindunginya?

Itha Prabandhani,
10 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Apa Itu Skin Barrier dan Gimana Cara Melindunginya?
Image: Ilustrasi kulit lembab. (Freepik/ senivpetro)

Jakarta - Buat kamu yang sering mampir di gerai produk kecantikan atau scroll-scroll media sosial para beauty guru, pastinya udah pernah mendengar istilah skin barrier, kan?

Produk kecantikan yang beredar biasanya memiliki berbagai fungsi, misalnya mengeksfoliasi, mencerahkan, melembutkan, dan lain-lain. Dengan kata lain, produk skincare biasanya akan bekerja memperbaiki bagian terluar dari kulitmu. Bagian inilah yang disebut dengan skin barrier, guys.

Well, apa sih skin barrier dan kenapa kita harus menjaganya?

Dilansir dari Healthline, skin barrier atau lapisan kulit terluar adalah bagian kulit yang menjadi ‘tembok penghalang’ buat kotoran, racun, dan bahan berbahaya lain, agar tidak merusak jaringan kulit kamu, guys.

Skin barrier terdiri dari sel-sel kulit yang berisi keratin dan pelembap alami kulit. Selain itu, skin barrier ini juga menjaga agar kandungan air di dalam tubuh tidak menguap dan membuat kulit kamu kering.

Dengan kata lain, skin barrier ini menjadi tameng yang akan menangkis sinar UVA dan UVB, debu, polusi, bahan kimia, dan bakteri dari luar tubuh, sekaligus mempertahankan kadar air alami dalam tubuh. Dengan menjaga skin barrier kamu tetap dalam kondisi sehat, kulit kamu pun bakal terlindungi dan terhindar dari berbagai masalah.

1625709395-skin-barrier---freepik-ksandrphoto.jpgSumber: Ilustrasi skin barrier. (Freepik/ksandrphoto)

Terus, apa akibatnya kalau skin barrier kita rusak?

Bayangin aja guys misalnya kulit kamu perlindungannya rusak. Sudah pasti pengaruh buruk dari luar seperti dari sinar UV, kotoran, dan bakteri, bakal mengganggu kondisi kulitmu. Akibatnya, muncullah berbagai masalah kulit seperti: kemerahan, terbakar, gatal-gatal, jerawat, dan penuaan.

Apa saja sih yang bisa bikin skin barrier kita rusak?

Skin barrier bisa rusak karena berbagai hal, guys. Dari luar tubuh, skin barrier bisa rusak karena paparan negatif sinar UV. Kondisi ini akan terjadi kalau kamu malas pakai sunscreen. Skin barrier juga bisa rusak karena udara yang kering, terlalu lembap, alergi, penggunaan bahan kimia, eksfoliasi berlebihan, dan juga faktor genetik.

Selain itu, pola hidup yang tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi alkohol, dan pola makan tidak seimbang gizi, dapat membuat perlindungan kulit kamu melemah. Saat skin barrier rusak, lapisan kulit akan terkikis dan terus menipis.

1625709388-skin-barrier---freepik.jpgSumber: Ilustrasi skin barrier. (Freepik)

Lalu, gimana cara menjaga skin barrier ini?

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga skin barrier kamu.

Pertama, gunakan skincare yang tepat dan sesuai dengan kondisi kulitmu. Hindari menggunakan skincare yang berlebihan dan tidak sesuai dengan yang disarankan. Misalnya, melakukan eksfoliasi terlalu sering, membiarkan masker terlalu lama menempel di wajah, atau menggunakan skincare dengan kandungan yang berbahaya.

Kedua, perhatikan kadar pH alami kulit kamu. Pada kulit normal, kadar pH biasanya berkisar di angka 5,5 – 5,7. Gunakan produk pembersih wajah dan skincare yang memiliki kadar pH yang hampir sama dengan kulitmu.

Ketiga, gunakan minyak alami untuk mengembalikan kondisi skin barrier kamu. Minyak alami seperti jojoba oil, almond oil, argan oil, dan sunflower oil, akan membantu menjaga kelembapan alami kulit.

Keempat, gunakan skincare yang yang bersifat antioksidan, soothing, dan healing. Misalnya, ceramide. Kandungan ceramide dalam skincare akan menyehatkan skin barrier dan memperbaiki kulit yang kering, gatal, mengelupas, dan bermasalah dengan jerawat atau bruntusan.

Kelima, gunakan pelembap kulit. Selain menjaga kelembapan dan kekenyalan kulit, pelembap kulit juga akan menutrisi kulit kamu agar selalu sehat. Pilih pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit dan gunakan pelembap sesudah kamu membersihkan wajah di pagi dan malam hari.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait