Jakarta - Toko aplikasi milik Apple, App Store, terancam diblokir di Cina. Ini menjadi balasan negara tirai bambu atas larangan TikTok dan WeChat di Amerika Serikat.

Kabar ini sangat mengejutkan, karena tidak seperti Google, Apple memiliki hubungan yang cukup baik dengan China. Tidak mengherankan jika Apple menganggap Cina sebagai salah satu pasar terbesar mereka.

Menurut laporan The Information, pemerintah Cina sejatinya mensyaratkan kalau toko aplikasi harus dimiliki mayoritas oleh perusahaan China. Tetapi Apple telah berhasil mengatasi masalah tersebut selama bertahun-tahun sehingga toko aplikasinya tetap bisa diakses di sana.

Namun dengan laporan bahwa aplikasi TikTok dan WeChat dilarang, muncul kabar pemerintah China mungkin membalas dengan menegakkan aturan yang telah dibuat sebelumnya.

Bila benar, maka Apple berada posisi sulit. Apakah mereka akan memberikan regulator China kontrol lebih besar atas jenis aplikasi apa yang dipublikasikan di toko aplikasinya, atau berisiko kehilangan pasar sepenuhnya.

Apple yang mengedepankan privacy dan keamanan tentu opsi pernah tidak akan dipilih. Tapi bila toko aplikasinya diblokir ditaksir raksasa teknologi pembuat iPhone ini bakal kehilangan US$ 21 miliar atau Rp 308 triliun.

Belum lagi karena App Store diblokir, pengguna ponsel di China tak menggunakan iPhone atau iPad dan layanan Apple lainnya. Ini diperkirakan akan menambah penurunan pendapatan sebesar US$ 5 miliar.
 

 

Komentar
paper plane