beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Arab Saudi Disebut Bakal Izinkan Minuman Alkohol di Kota Neom

William Ciputra,
15 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Arab Saudi Disebut Bakal Izinkan Minuman Alkohol di Kota Neom
Image: Oxagon, Region of Neom, Arab Saudi. (Instagram/NEOM)

Jakarta - Pemerintah Arab Saudi dikabarkan bakal mengizinkan penyajian minuman beralkohol di kota megapolitan baru mereka, Neom. Minuman alkohol itu akan tersedia di sebuah resor tepi pantai yang akan dibuka tahun 2023 mendatang. 

Melansir Middleeasteye, Selasa (20/9/2022), kabar tersebut berdasarkan dokumen yang dihimpun Wall Street Journal. Dalam dokumen itu disebutkan akan ada bar wine premium, bar koktail, hingga bar ‘sampanye dan desserts’. 

Adapun resor yang dimaksud ini akan berada di Pulau Sindalah yang terletak di Laut Merah. Tak hanya bar alkohol, pulau ini juga akan membuka toko wine ritel dengan ‘pajangan dinding vertikal yang mencolok’. 

Sindalah sendiri direncanakan bakal menjadi destinasi baru kapal-kapal pesiar merah. Pulau ini didesain untuk menarik perhatian orang-orang terkaya dan berpengaruh dari seluruh dunia. 

Kabar perizinan minuman alkohol tentu mengejutkan banyak pihak. Selain Arab Saudi melarangnya, negara ini juga dianggap sebagai representasi dari agama Islam. 

Namun demikian, kabar Arab Saudi akan melegalisasi alkohol di Neom bukan kabar baru. Pada Mei 2022 lalu juga sempat ada kabar tentang hal tersebut. 

Saat itu, pihak Arab Saudi membantah laporan yang menyebutkan Neom bakal mendapat status khusus layaknya ‘negara dalam negara’, dengan konsumsi alkohol akan diizinkan. 

Pemerintah Saudi kala itu menegaskan bahwa penduduk Kota Neom akan tunduk pada konstitusi Kerajaan, namun dengan undang-undang ekonomi khusus. 

Neom dirancang menjadi kota megapolitan dan futuristik Arab Saudi. Kota ini memiliki ukuran 33 kali lebih luas dari New York di Amerika Serikat. 

Lokasi Kota Neom sejajar dengan Laut Merah dan Teluk Aqaba serta dekat dengan Terusan Suez. Kota ini menjadi bagian dari masa depan Arab Saudi dengan cadangan devisa negara yang makin menipis serta tidak menentunya harga minyak di pasar global. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait