Ketika Data, Science, dan AI Mengubah Cara Baru Memahami Kecantikan

Jakarta – Industri kecantikan tengah bergerak ke arah yang semakin personal dan berbasis pemahaman mendalam terhadap kebutuhan individu.
Di tengah banjir informasi dan ragam produk yang kian masif, konsumen tak lagi sekadar mencari hasil instan, melainkan solusi yang relevan, terukur, dan berdampak jangka panjang.
Pergeseran cara pandang ini tercermin dalam gelaran Beauty Science Tech 2026 (BST 2026) yang berlangsung pada 21–25 Januari 2026 di Pondok Indah Mall 3, Jakarta.
Mengusung tema Beauty Rewired: Where Science, Technology, and Soul Transform Life, acara ini menghadirkan pendekatan baru dalam memaknai kecantikan melalui integrasi human data points, science, dan purposeful AI technology.
EVP & Global Chief Business Officer ParagonCorp, Amalia Sarah Santi menjelaskan, pendekatan tersebut menawarkan pengalaman yang lebih personal, dengan tujuan membantu konsumen mengambil keputusan yang lebih tepat berdasarkan kebutuhan nyata kulit.
“Di tengah beragamnya pilihan produk, banyak konsumen yang mencoba produk tanpa memahami dengan menyeluruh apa yang benar-benar dibutuhkan. Akibatnya, produk tidak sesuai, hasil tidak optimal, atau bahkan menimbulkan efek samping pada kulit,” kata Amalia dalam Media Group Discussion, Kamis (22/1/2026).
EVP & Global Chief Business Officer ParagonCorp, Amalia Sarah Santi. (Urbanasia)
Menurutnya, pemanfaatan data dan science menjadi kunci untuk menjembatani persoalan tersebut. Dengan dukungan lebih dari 20 juta data poin konsumen, inovasi yang dihadirkan diharapkan mampu membaca kebutuhan individu secara lebih presisi dan bertanggung jawab.
Pendekatan Beauty Rewired ini diterjemahkan ke dalam lima zona utama di Beauty Science Tech 2026. Hall of Purpose menjadi ruang yang menyoroti komitmen keberlanjutan, mulai dari inisiatif akses air bersih dan pengelolaan air di Nusa Tenggara Timur, penguatan plastic circularity, hingga upaya perlindungan keanekaragaman hayati di kawasan hutan Kalimantan dan Sumatera.
Di zona ini, pengunjung juga diajak masuk ke Sphere of Possibility, sebuah immersive experience yang mengajak refleksi tentang peran individu dalam menjaga masa depan bumi.
Sementara itu, Sphere of Beauty Tech menghadirkan berbagai beauty science and technology experiences berbasis data, science, dan AI. Di area ini, pengunjung dapat merasakan langsung bagaimana teknologi digunakan untuk menganalisis kondisi kulit.
Zona Collective Space menampilkan sisi kolaboratif dalam beauty ecosystem, memperlihatkan bagaimana jutaan kreator bertumbuh dan berkarya bersama melalui open innovation.
Beyond Stage menjadi ruang dialog yang mempertemukan changemaker, akademisi, komunitas, hingga pelajar untuk membahas tantangan global industri kecantikan. Adapun Future Store menawarkan gambaran konsep retail masa depan yang menitikberatkan pada pengalaman berbasis teknologi.
“Beauty Rewired adalah komitmen kami agar setiap inovasi memberi dampak bagi konsumen, lingkungan, dan masa depan,” pungkas Sarah.
