beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtainment

Bintangi Serial Horor Pertama, Ini Tantangan yang Dirasakan Dikta

Kintan Lestari,
lebih dari 2 tahun yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Bintangi Serial Horor Pertama, Ini Tantangan yang Dirasakan Dikta
Image: Pradikta Wicaksono (kiri). (Kintan/Urbanasia)

Jakarta - Pradikta Wicaksono atau yang lebih dikenal dengan Dikta vokalis Yovie & Nuno kembali dengan proyek akting baru yang berjudul Journal of Terror: Afterlife.

Biasa membintangi series bergenre drama romansa, bintang 33 tahun itu kali ini membintangi series bergenre horor. Dikta mengaku ini pertama kalinya ia membintangi series genre horor.

Membintangi series horor untuk pertama kalinya, Dikta mengaku ada tantangan saat membintangi Journal of Terror: Afterlife.

"Ini film horor pertama saya. Tantangannya dari akting karena horor harus ada ekstra ekspresif. Sedangkan saya orangnya kalau ngeliat setan kek, ngeliat jambret, ngeliat rampok itu saya diem, lebih observe, bukannya heboh 'ihh apaan tuh'. Nggak mungkin kan saya begitu disini karena yang nonton jadi mikir 'nih orang gimana sih'," ujar Dikta kepada Urbanasia.

Baca juga: MAXstream Luncurkan Serial Horor di Hari Halloween

Biasa membintangi serial bergenre drama romansa, Dikta mengaku kesulitan untuk menyampaikan karakternya ke penonton di series bergenre horor ini.

"Kesulitannya mungkin lebih ke menyampaikan pada penonton kalau saya tuh bener-bener takut tapi nggak takut juga untuk membantu mereka (arwah-arwah). Karena ini kan lumayan agak realistis, bukan horor yang mitos. Dan disini setannya juga realistis juga, setan yang seketika dia mati ya dia jadi setan ya wujudnya gitu," lanjutnya lagi.

Journal of Terror: Afterlife mengisahkan tentang Prana, seorang pemuda berusia 25 tahun yang bisa melihat penampakan makhluk halus. Kemampuannya tersebut ia dapatkan dari mata saudara kembarnya yang sudah meninggal.

Series ini diadaptasi dari komik Sweta Kartika dan sudah bisa disaksikan hari ini (31/10/2019) di platform MAXstream.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait