Hot News

Jakarta - Jouska lagi-lagi menjadi trending topik di linimasa Twitter nih, Urbanreaders.  Perusahaan perencanaan keuangan ini menjadi sorotan netizen setelah mantan klien memposting soal kerugian yang dialaminya saat memakai jasa Jouska, Rabu (22/7/20).

Menurut pengakuan salah satu mantan klien @yakobus_alvin, Jouska sudah melakukan pengelolaan dana yang 'serampangan' sehingga membuatnya rugi hingga puluhan juta. Menurut Alvin, Jouska mengarahkannya membeli saham gorengan dengan alokasi dana lebih dari 50 persen.  

@yakobus_alvin adalah klien Jouska di tahun 2018-2019. Setelah melihat konten IG Jouska yang menarik, dia tergerak memakai jasa Jouska dan mempercayakan dana sebesar 65 juta untuk dikelola konsultan keuangan mereka. 

Bukannya berkembang, nilai investasinya malah jeblok hingga lebih dari 70 persen atau sekitar minus Rp 36 juta.  

"Lewat thread ini saya tidak memiliki brand financial manapun yang bertujuan mendiskreditkan @Jouska_id. Saya murni hanya ingin share pengalaman bagaimana dana saya hilang dikelola oleh J, " cuitnya.

"Saya klien Jouska tahun 2018-2019. Diatas saya share portfolio saya di saham yang dikelola oleh Jouska. Total dana aset saya yang dikelola adalah Rp 65 juta. Gambar after itu dana sudah saya ambil sedikit. Dikelola ya, bukan sekadar diarahkan".

 

Diketahui dari threadnya, Alvin bukan satu-satunya klien Jouska yang mengalami kerugian besar. Beberapa orang juga mengaku mengalami hal serupa saat menjadi klien Jouska. Besaran kerugiannya pun beragam, ada yang mengalami minus hingga 80 juta bahkan ada pula yang loss hingga 200- 300 juta.

Menanggapi keluhan mantan kliennya, Founder dan CEO Jouska Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno, mengatakan setiap klien berhak mengikuti atau menolak saran yang diberikan konsultan.

Melalui keterangan resminya, Aakar juga menjelaskan soal tanggung jawab utama konsultan keuangan. Menurutnya, konsultan keuangan bertanggung jawab dalam memberikan saran finansial sesuai dengan tujuan dan kondisi finansial klien. 

Namun, saran tersebut juga tetap harus mengutamakan analisis tren ekonomi global, makro dan industri.

"Berdasarkan kontrak yang telah disepakati kedua belah pihak, setiap klien mempunyai hak untuk mengikuti atau menolak setiap saran yang diberikan,"

Aakar menjelaskan nasabah harus memiliki akun saham dan rekening dana investasi (RDI) untuk mulai investasi. Dengan adanya akun tersebut, klien akan mendapat notifikasi aktivitas sebagai bentuk konfirmasi di akhir waktu perdagangan bursa.  

"Dalam setiap aktivitas yang terjadi di akun saham, klien akan mendapatkan notifikasi aktivitas sebagai bentuk konfirmasi di akhir waktu perdagangan bursa. Ketika seseorang belum memiliki akun, adviser akan memberikan edukasi mengenai penggunaan aplikasi," paparnya.

Lebih jauh, Aakar menyebut semua klien Jouska berhak untuk mendapatkan edukasi serta saran dari adviser. Mereka juga berhak mendapatkan evaluasi keadaan keuangan dan kinerja portofolio. 

"Nggak hanya mendapat edukasi, adviser juga memberikan evaluasi keadaan keuangan dan kinerja portofolio selama kontrak dengan Jouska berlangsung. Sesi konsultasi ini bisa dilakukan secara tatap muka atau video call. Klien memiliki hak untuk terus berkomunikasi dan mendapat edukasi serta saran dari adviser," pungkasnya. 


Loading ..