Surabaya - Kekacauan yang terjadi di Kota Surabaya pascademo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja membuat Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, turun tangan. Bersama jajarannya di Pemkot Surabaya, Risma mengecek lokasi unjuk rasa yang berlangsung Kamis (8/10/2020) siang.

Risma yang tiba di lokasi sekitar pukul 18.30 WIB itu langsung disambut oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir. Melihat kondisi kawasan Tunjungan hingga Alun-alun Kota Surabaya yang kacau, Risma pun seperti kehabisan kata.

Matanya menyisir setiap sudut Jalan Gubernur Suryo. Langkahnya pun tiba-tiba terhenti saat melihat seorang pria berjaket hitam membawa bendera merah-putih di dekat SMA Trimurti.

Tanpa berlama-lama, Risma langsung menghampirinya dan mengambil bendera yang tengah dibawa pria itu.

"Aku nggak terima kamu. Sudah berhenti. Polisi juga manusia," kata Risma saat menghampiri seorang peserta aksi berjaket Persebaya.

"Lah iya paham saya, Bu. Aku loh bilang sama bapak-bapak (polisi), pak mohon maaf jangan pukul sodara-sodara kami," jawab pria tersebut.

1602164831-IMG-20201008-WA0129.jpgSumber: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tinjau lokasi unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020) malam. Sumber: Nivita Saldyni/Urbanasia

Risma pun mengatakan bahwa polisi tidak akan memukul jika massa yang hadir tidak memulai membakar atau pun merusak fasilitas umum.

Namun hal itu tiba-tiba hal itu memancing rasa sakit hati pada peserta unjuk rasa dari Surabaya lainnya. Sebab, mereka merasa mereka tak pernah melakukan kekerasan atau pun merusak apapun selama unjuk rasa berlangsung.

"Bu Risma bilang anaknya (warga Surabaya) bakar-bakar, anak yang mana?" sahut peserta unjuk rasa lainnya dengan nada tinggi.

1602164931-IMG-20201008-WA0131.jpgSumber: Fasilitas umum di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya hancur usai aksi unjuk rasa, Kamis (8/10/2020) siang. Sumber: Nivita Saldyni/Urbanasia

Risma pun dibuat terdiam. Ia tampak kehabisan kata karena kecewa kota yang dibangun dengan penuh cinta dan kasih sayang selama bertahun-tahun, harus rusak dalam satu hari.

Tak ingin berdebat dengan arek-arek Suroboyo, Risma pun membalikkan badan dan mengecek Jalan Gubernur Suryo lagi. Dari pantauan Urbanasia di lokasi, Risma bersama jajarannya langsung membersihkan batu-batu yang berserakan, setelah aksi unjuk rasa.

 

Komentar
paper plane