menu
user
URnews

Diskominfo Kota Malang Ajak Masyarakat Gunakan Platform Digital untuk Media Promosi

Shelly Lisdya,
17 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Diskominfo Kota Malang Ajak Masyarakat Gunakan Platform Digital untuk Media Promosi
Image: Ilustrasi influencer (wayhomestudio/Freepik)

Malang - Pengguna media sosial di Indonesia semakin meningkat, banyak dari mereka yang menggunakan platform digital untuk mempromosikan dagangan hingga menyebarkan informasi dengan konten-konten yang menarik.

Melihat pemanfaatan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang berupaya menggerakkan masyarakat untuk aktif menggunakan media sosial dengan bijak agar bermanfaat, salah satunya TikTok dan YouTube sebagai media promosi.

Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhamad Nur Widianto menyampaikan, bahwa dari 181,9 juta penduduk Indonesia ada 170 juta atau sekitar 93 persen adalah pengguna YouTube. 

Untuk pengguna TikTok ada sekitar 30,7 juta. Hal ini tentu bisa menjadi potensi yang luar biasa dalam pemanfaatan sebagai media promosi.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk mengikuti pelatihan pengelolaan media sosial yang bertajuk Sinau TikTok dan YouTube cukup tinggi.

Baca Juga: Ruangguru Ungkap Alasan Mundur dari Platform Digital Kartu Prakerja

"Pelatihan pengelolaan media sosial ini tidak hanya menyasar Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan para ASN pengelola media sosial pemerintah. Namun juga masyarakat umum yang punya minat menekuni media sosial untuk berbagai kepentingan," katanya tertulis, Kamis (25/3/2021).

Sementara itu, pengusaha brownies, Yunan Yusmanto mengaku, melalui pelatihan ini, ia bisa lebih memahami cara penggunaan media sosial, khususnya TikTok dan YouTube dengan harapan membuat usahanya bisa lebih berkembang.

Banyak dari pengusaha yang mengaku terbantu dengan pelatihan ini, sebab mereka mulai melek teknologi untuk mengikuti perkembangan zaman.

“Kita juga harus mengikuti perkembangan zaman, kalau sekarang TikTok sedang populer kita juga tidak boleh ketinggalan,” imbuh Retno Setyowati, pengusaha boneka asal Malang.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait