URedu

OHOP, Cara Tanam Sayur dan Ternak Ikan Sekaligus di Lahan Sempit untuk Masyarakat Urban

Nunung Nasikhah, Rabu, 30 Oktober 2019 10.15 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
OHOP, Cara Tanam Sayur dan Ternak Ikan Sekaligus di Lahan Sempit untuk Masyarakat Urban
Image: Dosen UMM kembangkan metode OHOP (Humas UMM)

Malang - Menanam sayur sekaligus ternak ikan bagi sebagian orang akan terasa sulit jika tak memilih lahan yang luas.

Terutama buat masyarakat yang tinggal di perkotaan. Rasa-rasanya ternak ikan di halaman rumah seperti tidak mungkin dilakukan.

Eits, jangan salah. Sekarang lahan sempit bukan lagi hambatan, guys karena ada metode One House One Pond atau OHOP.

OHOP ini digagas oleh Riza Rahman Hakim, S.Pi, M.Sc, Kepala Fish Edu Park Program Studi Perikanan Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

OHOP

Dosen UMM penggagas metode OHOP. (Humas UMM)

Baca Juga: Melon Chamoe dari Malang yang Bikin Kepincut

“Ini adalah sebuah konsep pemanfaatan lahan rumah yang sempit, utamanya di perkotaan,” ungkap Riza.

Jadi, kata Riza, tiap rumah bisa memiliki satu kolam ikan beserta tumbuhan, guys. Dosen lulusan S2 Kasetsart University, Thailand bidang Aquaculture ini juga telah melahirkan tiga teknologi mengembangkan OHOP.

Teknologi yang pertama ialah Biona, yang kedua adalah Bionic yang baru saja disempurnakan, dan yang terbaru yakni Ohoponic.

Biona adalah budidaya ikan tawar mulai dari lele, patin dan nila dengan mengkondisikan air seperti habitatnya. Hal tersebut dilakukan melalui persiapan media air, manajemen kualitas air dan manajemen pemberian pakan ikan.

Sementara Bionic adalah teknologi gabungan dari Biona dengan Aquaponic. Mudahnya, Bionic adalah budidaya ikan dan sayuran.

“Jadi, pupuk untuk sayuran itu berasal dari kotoran ikan yang ditarik ke atas menggunakan mesin kemudian dialirkan ke dalam pipa yang berisi akar,” jelasnya.

Air yang ditarik ke atas itu akan jatuh kembali ke dalam kolam ikan di bawahnya. Praktisnya, melalui teknologi Bionic ini, tidak perlu proses menyirami dan pemupukan.

Agar sayuran semakin lebat dan sehat, Riza memberikan nutrisi AB Mix dengan dosis yang tepat. Melalui penyempurnaan teknologi Bionic ini, hasilnya sangat memuaskan lho.

Teknologi teranyar dari OHOP adalah Ohoponic. Ini merupakan teknologi bertanam hydroponic yang sangat praktis.

Tidak perlu tanah dan penyiraman, sayuran dapat terus tumbuh dan dipanen. Riza berharap, teknologi yang ia gagas dalam pengembangan program OHOP ini dapat benar-benar diterapkan oleh masyarakat perkotaan.

Menurut Riza, mudah dan praktisnya teknologi OHOP untuk peningkatan ketahanan pangan di Indonesia, utamanya untuk terus memberi gizi yang cukup bagi keluarga. Cocok untuk sayuran seperti kangkung, bayam hingga selada lebar.

Baca Juga: Mau Belajar Hidroponik? Main Yuk ke Kampung Kecil Simorejo di Surabaya

“Yang enak ini kangkung, tiap dua minggu panen,” tandasnya.

Sistem OHOP ini menurut Riza bisa digunakan juga sebagai solusi untuk mengurangi masalah kekurangan gizi pada anak, guys.

Karena menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, balita Indonesia masih mengalami masalah gizi.

Menurutnya, solusi masalah gizi di Indonesia dapat diatasi dengan peningkatan ketahanan pangan dari lingkup terkecil yakni keluarga.(*)

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait