ASN Kota Medan Diusulkan Gunakan Pakaian Melayu di Hari Jumat

Medan - Pengurus Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Kota Medan akan menggelar pelantikan kepengurusan anggota baru periode 2020-2024 pada 28 Februari 2020 mendatang.
Dalam rangka mengundang pimpinan Kota Medan Akhyar Nasution selaku Plt Wali Kota Medan dalam acara tersebut, Ir Syahmi Johan MSi yang merupakan Ketua MABMI terpilih mengunjungi langsung ke Balai Kota Medan pada 17 Februari 2020.
Nah, dalam kunjungan tersebut Syahmi beserta pengurus lainnya menyampaikan beberaa usulan dalam rangka membudidayakan adat Melayu di tanah Deli Kota Medan urbanreaders.
Salah satunya adalah memberikan usulan penggunaan pakaian adat melayu di lingkungan pemerintah Kota Medan.
Baca juga: Festival Dangdut 2020 Digelar, Rebutkan Piala Wali Kota Medan
MABMI yang merupakan organisasi tempat berkumpulnya warga Melayu tersebut menyebutkan bahwa usulan tersebut adalah upaya melestarikan kembali budaya Melayu, dimana dalam usulan tersebut ASN (Aparatur Sipil Negara) pria menggunakan teluk belanga dan ASN Wanita mengenakan baju kurung.
“Medan merupakan Tanah Deli, makanya kami berharap agar ASN di Pemko Medan dapat mengenakan pakaian adat Melayu sebagai salah satu upaya pelestarian kebudaayaan Melayu. Pemakaiannya bisa dilakukan dua kali dalam sebulan, misalnya Minggu pertama dan keempat. Selebihnya bisa menggunakan pakaian adat daerah lainnya,” ujar Syahmi.
Syahmi berharap bahwa usulan pemakaian seragam adat melayu tersebut dapat terwujud mengingat Mendagri telah mengeluarkan surat edaran terkait pemakaian adat masing-masing di daerah.
Nah, tidak hanya soal pakaian Melayu saja, ternyata pihak MABMI juga memberikan usulan lain dalam rangka melestarikan budaya Melayu.
Baca juga: Berhasil Ungkap Kasus Besar, Polda Sumut Kasih Penghargaan untuk Jajarannya
Yaitu dengan melestarikan kembali makanan khas Melayu, dimana bantaran Sungai Deli tepatnya berada di Medan bagian utara dijadikan lokasi untuk berjualan makanan khas Melayu.
Hal tersebut didasari karena sebagian besar penghuni di kawasan tersebut adalah masyarakat Melayu.
