URtainment

Kocak Tapi Romantis, Begini Kisah di Balik Pertemuan Pertama Habibie dan Ainun

Citra Resmi , Jumat, 28 Juni 2019 04.13 | Waktu baca 4 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kocak Tapi Romantis, Begini Kisah di Balik Pertemuan Pertama Habibie dan Ainun
Image: BJ Habibie, Presiden ke 3 Republik Indonesia. (Image: IG @b.jhabibie)

Urbanasia - Tepat pada hari ini Selasa (25/6) kemarin Presiden RI ke-3, BJ Habibie merayakan ulang tahunnya yang ke 83 tahun.

Ia pun diberi kejutan oleh anak dan cucunya selesai memberikan orasi ilmiah dalam acara peluncuran “The Habibie Institute for Public Policy and Governance (HIPPG) di Balai Sidang UI, Depok.

Ia pun tampak sumringah dan berterimakasih pada semua orang yang telah memberikan ucapan ulang tahun tersebut.

Habibie berkomentar bahwa di usianya yang telah mencapai 83 tahun ia merasa jiwanya masih berusia 38 tahun.

Habibie lahir pada 25 Juni 1936 merupakan Presiden ketiga Indonesia setelah lengsernya Soeharto yang diwarnai pergolakan reformasi 1998-1999.

Habibie menjadi presiden dengan masa jabatan tersingkat yakni menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden.

Sehingga, ia merupakan wakil presiden dan juga presiden dengan masa jabatan tersingkat.

Ngomongin soal Habibie, kita pasti jadi teringat soal kisah cintanya dengan sang istri yang jadi kisah mengharukan.

Kisah cinta Habibie dan Ainun pun menyentuh hati banyak orang, bahkan hingga diangkat ke layar lebar.

Kisah cinta mereka berdua masih memikat meskipun kini Habibie telah dipisahkan oleh maut dengan Ainun.

Hubungan yang romantis antara B.J. Habibie dengan istrinya, Alm. Ainun. (Image: IG @b.jhabibie)

So, gimana ya awal pertemuan dan kisah cinta mereka? Satu hal yang unik dari kisah mereka adalah bahwa Habibie awalnya ternyata gak naksir dengan Ainun, bahkan menyebutnya jelek, wah!

Habibie mengakui hal ini, ia sama sekali gak tertarik dengan Ainun meskipun pada saat itu ada banyak banget laki-laki yang menaksirnya.

Ainun adalah putri dari teman orang tua BJ Habibie, ia sudah dekat dengan ayah Ainun sejak umur 12 tahun.

Bisa kebayang dong betapa dekatnya hubungan habibie dengan sang mertua?

Saat itu Habibie mendatangi sang mertua untuk bertanya banyak hal, karena ayah Ainun tersebut sangat pintar dan bisa membantunya.

Habibie sebenarnya juga merasa gak percaya diri karena ia dan Ainun benar-benar memiliki latar belakang ekonomi yang berbeda.

Kebanyakan lelaki yang mendekati Ainun hampir semuanya memiliki mobil atau anak menteri dan penjabat negara.

Sedangkan ayah Habibie sudah meninggal saat ia sedang berkuliah. Selepas itu sang ibu pun harus kerja keras menjalankan usaha katering untuk biaya sekolah Habibie.

Kedekatan Habibie dan ayah Ainun bahkan kerap dimanfaatkan oleh teman-teman Habibie yang naksir anak perempuannya.

Mereka kebanyakan naksir Ainun dan kakak Ainun, namun takut pada sang ayah yang agak galak.

Mereka biasanya akan mengajak Habibie dan menghampiri Ainun dan kakaknya saat Habibie dan sang ayah sedang mengobrol.

Habibie juga cerita kalau dulu mereka sering dijodoh-jodohkan, kalau istilah sekarang sih, di “ceng-cengin”.

Alasannya, saat sama-sama di bangku SMA mereka berdua dicap oleh guru ilmu pasti sebagai siswa paling muda di kelas, namun sama-sama cerdas.

Sang guru pun berkata, jika mereka berdua menikah dan punya anak, pasti keturunannya juga cerdas. Meskipun begitu, Habibie malah sempat merasa malu, lho.

Sebab, pada saat itu ia gak tertarik dengan Ainun. Sering dijodoh-jodohkan begitu, Habibie malah suka mengejek Ainun dengan sebutan gendut, Jawa, dan jelek. Ia menggoda Ainun dengan mencemoohnya, “Kamu kok hitam kayak gula jawa.”

Hebatnya, Ainun malah sama sekali gak marah saat dicemooh begitu. Akibatnya, Habibie malah jadi makin malu. Kok so sweet ya?

Selepas SMA, mereka pun terpisah karena harus berkuliah. Habibie berkuliah satu tahun di ITB kemudian lanjut pendidikan ke Jerman.

Setelah sewindu gak bertemu Ainun, ia pun pulang ke tanah air. Hal ini karena sebuah rencana yang disusun oleh sang ibunda Habibie. Habibie pun diajak ibunya ke rumah Ainun.

Habibir yang sempat mengejek Ainun dengan sebutan gula jawa pun malu, karena ia merasa sang keluarga sudah sangat baik padanya. Namun pada akhirnya ia tetap bertemu Ainun. Ternyata sang ibunda takut Habibie menjalin hubungan dengan perempuan Eropa.

Pada saat itulah Habibie kembali bertemu dengan Ainun. Ia sempat kaget melihat Ainun yang lebih cantik daripada Ainun yang dikenalnya sebelumnya.

"Ainun, cantiknya. Kok gula Jawa jadi gula pasir," ucap Habibie. Pernyataan itu pun disusul tawa penonton yang hadir di studio.

Pertemuan itulah yang akhirnya membuat Habibie jatuh hati pada Ainun.

Setelah 8 tahun terpisah, ia kaget bukan main melihat Ainun yang makin cantik setelah dewasa.

Habibie pun berkata kalau Ainun si gula jawa sudah bertransformasi jadi si gula pasir! Kisah mereka pun berlanjut bahagia setelahnya.

Wah, kocak juga ya kisah cinta mereka berdua? Cinta mereka yang gak lekang oleh waktu ini nyatanya menginspirasi banyak orang.

Sejatinya, di dunia ini ternyata masih ada cinta sejati yang gak lekang oleh masa, seperti kisah cinta Habibie dan Ainun ini! Setuju gak Urbanreaders?(*)

Penulis: Citra Resmi (Urbanasia Bandung)

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait