Mengenal Lily, Tokoh Sesame Street yang Homeless

Urban Asia “ Well, siapa sih yang nggak mengenal Sesame Street? Sesame street merupakan seri yang dikhususkan untuk anak-anak”selain sebagai hiburan juga sarana edukasi--dan pertama kali ditayangkan pada tahun 1969. Di Indonesia sendiri pun, seri ini diadaptasi dan mengambil nama Jalan Sesama. Nah, kali ini, ada tokoh yang unik nih, Kaum Urban. Mengapa?Perkenalkan, ini adalah Lily. Muppet berwarna pink yang digambarkan berusia 7 tahun dan tidak memiliki rumah. Ketika diperkenalkan pertama kali pada tahun 2011, Lily digambarkan sedang menghadapi kekurangan makanan karena keluarganya tidak memiliki akses yang konsisten terhadap makanan. Kemudian, di tahun ini, Lily akan diceritakan menjadi tunawisma. Kemunculan Lily kali ini digambarkan ketika bertemu dengan Elmo yang sedang melukis pelangi. Lily terlihat sedih dan kemudian ia menceritakan bahwa keluarganya sudah tidak memiliki rumah sendiri dan harus tinggal bersama dengan kerabatnya yang lain. Salah satu tujuan dibuatnya karakter Lily, menurut Sesame Workshop, sebuah badan di balik seri Sesame Street adalah untuk meningkatkan kesadaran terhadap fenomena tunawisma berbagai orang di dunia, baik secara terpaksa maupun tidak. Salah satunya adalah karena menjadi migran yang harus keluar dari negara asalnya tanpa ada jaminan di negara tujuan migrasi. Pada dasarnya, kemungkinan seorang anak menjadi tunawisma sangatlah besar. Apalagi, menurut data yang dihimpun oleh UNICEF pada tahun 2014, 30 juta dari 60 juta orang yang melakukan migrasi adalah anak-anak. Kemudian, pada tahun 2015, terdapat lebih dari 2.000 anak yang mengajukan suaka setiap minggunya di Swedia.Dengan demikian, jelas bahwa keberadaan anak-anak yang sangat mungkin menjadi tunawisma sangatlah rentan. Maka dari itu, kesadaran akan adanya kondisi yang demikian perlu digalakkan. Bagaimanapun, setiap anak harus terpenuhi haknya sebagaimana yang dimandatkan dalam CRC dan tidak peduli status yang dimiliki oleh anak tersebut.Jadi, dari tokoh Lily tersebut, kita bisa belajar bahwa siapa saja bisa mengalami kondisi tidak memiliki rumah. Bukan hanya kekurangan makan, akan tetapi kepastian untuk mendapatkan tempat istirahat pun tidak ada. Tentunya, niat baik dari Sesame Workshop adalah untuk terus menyadarkan kita akan pentingnya peduli terhadap lingkungan sekitar.
