URtainment

‘Pesta Budaya Rakyat’, Rayakan Keberagaman Lewat Musik, Tari, dan Kuliner

Urbanasia, Minggu, 5 April 2026 22.39 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
‘Pesta Budaya Rakyat’, Rayakan Keberagaman Lewat Musik, Tari, dan Kuliner
Image: Pesta Budaya Rakyat di Paramount Gading Serpong. (Paramount)

Jakarta - Akhir pekan di Paramount Gading Serpong terasa beda dari biasanya. Kawasan ini berubah jadi panggung besar yang merayakan keberagaman budaya lewat musik, tari, sampai kuliner khas Nusantara.

Lewat gelaran Pesta Budaya Rakyat yang berlangsung pada 4–5 April 2026 di Boulevard Altadena, suasana ramai sudah terasa sejak pagi. Pengunjung disuguhkan dengan berbagai pertunjukan sekaligus menjadikan momen ini sebagai ruang berkumpul lintas generasi.

“Pesta budaya ini menjadi ruang untuk saling mengenal dan merayakan keberagaman budaya Indonesia, sekaligus mempererat hubungan antara warga dan masyarakat,” kata Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, Sabtu (4/4/2026). 

Selama dua hari, pengunjung bisa melihat bagaimana berbagai budaya tampil dalam satu panggung. Mulai dari Tari Saman, Reog Ponorogo, Jaipong, hingga atraksi khas Tionghoa seperti Barongsai Tonggak dan Liong Naga yang jadi daya tarik tersendiri di kawasan ini.

Perpaduan ini terasa relevan dengan karakter Paramount Gading Serpong yang dikenal sebagai kawasan dengan nuansa pecinan modern. Identitas itu nggak hanya terlihat dari arsitektur dan kuliner, tapi juga dari cara budaya dirayakan secara terbuka dan dinamis.

Selain pertunjukan seni, suasana makin hidup dengan kehadiran berbagai aktivitas interaktif. Mulai dari games, penampilan musik, sampai DJ performance yang bikin event ini terasa lebih dekat dengan gaya hidup anak muda.

Buat pengunjung yang datang dengan tujuan kulineran, ada sekitar 90 tenant yang ikut meramaikan bazaar. Pilihannya beragam, dari makanan tradisional sampai jajanan kekinian yang bikin betah berlama-lama.

Menurut Chrissandy, kehadiran acara seperti ini jadi bagian dari upaya menghidupkan ruang publik sekaligus membangun koneksi sosial. 

“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang berdampak positif dan menjadikan kawasan ini sebagai ruang interaksi sosial yang menghubungkan keberagaman dalam satu harmoni,” imbuhnya

Seiring berkembangnya kawasan ini sebagai destinasi gaya hidup, pendekatan seperti ini terasa penting. Bukan hanya soal fasilitas, tapi juga bagaimana ruang kota bisa menghadirkan pengalaman yang lebih hidup dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait