URtainment

Sambut Imlek, Masyarakat Solo Gelar Tradisi Grebeg Sudiro

Nunung Nasikhah, Jumat, 10 Januari 2020 16.15 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Sambut Imlek, Masyarakat Solo Gelar Tradisi Grebeg Sudiro
Image: Tradisi Grebeg Sudiro yang dilaksanakan untuk menyambut Hari Raya Imlek. (surakarta.go.id)

Solo – Perayaan Hari Raya Imlek bakal dilaksanakan dua minggu lagi, guys. Khusus masyarakat Solo, ada tradisi khusus untuk membuka perayaan Imlek yakni dengan menggelar Grebeg Sudiro.

Grebeg Sudiro ini digadang sebagai lambang akulturasi tradisi Tionghoa dan Jawa yang melebur dalam suasana hangat toleransi.

Melansir artikel dari surakarta.go.id, tradisi Grebeg Sudiro ini pertama digelar pada tahun 2007.

Meskipun bukan perayaan dari masa lalu tetapi perayaan ini merupakan pengembangan tradisi yang telah ada sebelumnya, yaitu Buk Teko.

Baca Juga: Tortor, Tarian Tradisional yang Masih Bertahan Hingga Kini

Buk Teko berasal dari kata “Buk” yang berarti tempat duduk dari semen di tepi jembatan atau di depan rumah, sedangkan kata “Teko” ialah poci, tempat air the.

Ini merupakan tradisi syukuran menjelang Imlek dan sudah dirayakan semenjak Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono X (1893-1939).

Dalam perkembangannya tradisi Grebeg Sudiro telah menjadi bukti tingginya kesadaran masyarakat Solo untuk bahu membahu serta menghilangkan stigma negatif rasial dengan jalur kultural.

Grebeg Sudiro sekarang merupakan panggung untuk menguatkan ikatan persaudaraan masyarakat kota yang majemuk. Juga merupakan strategi kebudayaan untuk merayakan pembauran dan menguatkan tali hubungan lintas etnis yang harmonis.

Agenda ini biasanya dihelat di Kampung Pecinan Solo yang diikuti oleh masyarakat Kelenteng Tien Kok Sie, Kelurahan Sudiroprajan, Jebres dan Solo.

Baca Juga: Marbinda, Tradisi Suku Batak Jelang Hari Raya Natal

Untuk tahun ini, Grebeg Sudiro akan digelar pada 15-25 Januari. Sementara puncak acara dalam bentuk karnaval budaya akan digelar 19 Januari dengan tema 'Bersinergi Merawat Kebhinnekaan'.

Ada pula 60 kelompok seni yang akan mengikuti karnaval yang masing-masing akan membawa makanan khas. Serta gunungan berbentuk keris dan Balai Kota Surakarta yang akan ikut diarak dalam karnaval.

Pesert karnaval akan mengelilingi rute sepanjang 3 km dari depan Pasar Gede, melalui Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan RE Martadinata, Jalan Cut Nyak Dien, Jalan Juanda, Jalan Urip Sumoharjo dan kembali ke Pasar Gede.

Selain itu, sebanyak 4000 kue keranjang juga akan dibagikan kepada masyarakat. Sebagian kue itu akan ditata menyerupai gunungan lalu bakal diperebutkan setelah puncak acara karnaval budaya.

Selama pelaksanaan Grebeg Sudiro ini, masyarakat berkesempatan menikmati perahu wisata di sungai kawasan Pasar Gede dan bazar potensi Kelurahan Sudiroprajan. Sementara pada 16 Januari, akan digelar ritual Umbul Mantram.(*)

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait