YouTuber dan Aktivis Fibrosis Sistik, Claire Wineland Meninggal pada Usia 21

Urban Asia “ YouTuber sekaligus aktivis Claire Wineland meninggal pada usia 21 tahun. Claire merupakan salah satu remaja pengidap penyakit cystic fibrosis (fibrosis sistik) yang kisah hidupnya sudah menginspirasi ribuan orang.
Dilansir dari USA Today, yayasan miliknya bernama Claires Place Foundation menyatakan bahwa Claire menderita stroke yang disebabkan oleh gumpalan darah setelah melakukan transplantasi paru-paru ganda pada 26 Agustus lalu. Ia meninggal seminggu setelah dilakukan perawatan intensif dan prosedur untuk menyelamatkan hidupnya.
Kami tahu Claire dicintai di seluruh dunia. Doa-doa Anda, dukungan dan kata-kata yang mendorong, telah menjadi sumber kekuatan yang besar untuk dia dan keluarganya, kata ketua dewan Claires Place Foundation, Laura McHolm.
Alih-alih bunga, keluarga Wineland meminta sumbangan untuk diberikan kepada yayasan Claire agar dapat membantu pasien-pasien lainnya. "Itu adalah harapan terbesar Claire bahwa yayasannya akan berlanjut dengan atau tanpa dia. Claire ingin membantu sesame dan donasi dari kalian akan sangat membantu hal ini, kata ibunda Claire, Melissa Yeager dalam pembaruan di situs GoFundMe.
Wineland lahir dengan cystic fibrosis (fibrosis sistik), penyakit genetik yang menyebabkan infeksi paru-paru terus-menerus dan membatasi kemampuan untuk bernapas. Penyumbatan saluran udara bisa terjadi pada penderita fibrosis kistik. Hal ini akan menimbulkan beberapa gejala seperti: batuk berkepanjangan, napas pendek, diare, muntah, sesak napas atau sulit bernapas, serta mengi (bengek), dan Saluran udara melebar akibat peradangan (bronkiektasis). Menurut Cystic Fibrosis Foundation, lebih dari 30.000 orang di Amerika Serikat hidup dengan penyakit ini.
Menurut situs web Claires Place Foundation, Claire dan keluarganya memulai yayasan setelah ia hampir kehilangan nyawa pada operasi rutin tahun 2010. Claire juga telah menceritakan kisahnya melalui buku berjudul Every Breath I Take, Surviving and Thriving with Cystic Fibrosis dan pada platform media sosial, termasuk YouTube dan Instagram, di mana ia memiliki ratusan ribu pengikut.
Selamat jalan dan terima kasih telah membuat yayasan yang dapat membantu sesama pengidap penyakit fibrosis sistik, Claire. Rest in peace.
