URguide

Kenapa Lelaki Lebih Cepat Jatuh Cinta? Ini Tanggapan Pakar

Nunung Nasikhah, Kamis, 12 Desember 2019 09.46 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kenapa Lelaki Lebih Cepat Jatuh Cinta? Ini Tanggapan Pakar
Image: ilustrasi (pixabay)

Malang - Selama ini, masyarakat luas percaya bahwa perempuan lebih romantis dan cenderung jatuh cinta lebih cepat dibandingkan laki-laki.

Namun, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Marissa A. Harrison dan Jennifer C. Shortall dari Pennsylvania State University di Harrisburg, Amerika Serikat dengan melibatkan responden dari 172 mahasiswa, ditemukan bahwa laki-laki mengaku atau meyakini bahwa mereka cenderung jatuh cinta dan mengungkapkannya lebih awal dibandingkan perempuan lho.

Ya meskipun ada indikasi antara kedua perempuan dan laki-laki sepakat bahwa yang menyatakan cinta pertama kali dan mengatakan “Aku mencintaimu” lebih dulu dalam suatu hubungan adalah pihak perempuan.

Psikolog Marissa Harrison, salah satu pelopor penelitian itu mengatakan, sebelum survey dilakukan, para responden berasumsi bahwa perempuan lebih emosional, kadang berlebihan dan bahkan suka terburu-buru.

Baca Juga: Tanda-tanda Si Dia Bukan Jodohmu

Para responden berasumsi bahwa perempuan akan jatuh cinta dan mengungkapkan perasaannya lebih cepat dibanding laki-laki.

Sayekti Pribadiningtyas, seorang psikolog, konsultan pernikahan dan aktivis Himpunan Psikologi Indonesia Cabang Malang mengamini fakta ini.

Ia mengatakan, penyebab laki-laki cenderung lebih cepat jatuh cinta dibandingkan perempuan sebab pengaruh animal instinct atau dorongan seksual.

“Tepatnya animal instink yang bekerja lebih dulu. Alias dorongan seksual untuk berkembang biak,” ungkap Nining, sapaan akrab Sayekti Pribadiningtyas.

Hal ini juga sejalan dengan pendapat Ingrid Collins, seorang psikolog dari London Medical Centre yang mengatakan, kelakuan lelaki cenderung dipengaruhi aspek alam yang ditunjukkan oleh binatang.

Ini karena laki-laki biasanya menjadi pemburu dan lebih mudah distimulasi secara langsung. Sementara perempuan lebih fokus pada keseimbangan jangka panjang, berkaitan dengan masalah membesarkan anak.

Di sisi lain, Nining mengatakan bahwa sebenarnya perempuan diasumsikan cenderung lebih ‘ngebet’ untuk dicintai karena adanya dorongan naluri.

Baca Juga: Ramai #LayanganPutus, Ini Kecenderungan Orang yang Suka Selingkuh

“Sebagai naluri butuh perlindungan dan kelangsungan hidup,” tutur Nining.

Fakta lain menyebutkan bahwa perempuan cenderung lebih berhati-hati untuk menjalin sebuah komitmen dalam suatu hubungan. Alasannya cukup jelas. Ketika perempuan berkomitmen dengan lelaki yang tidak tepat, pihak yang akan mengalami kerugian besar secara biologis adalah perempuan.

Ini karena perempuan terlahir dengan jumlah sel telur yang terbatas. Sementara laki-laki justru sebaliknya. Mampu memproduksi jutaan sperma setiap harinya.

Artinya, jika perempuan hamil dan pasangan laki-lakinya tak mau bertanggungjawab, maka perempuan yang harus mati-matian membesarkan anak. Istilah kasarnya, perempuan akan lebih rugi waktu dan tenaga.

Kendati demikian, Nining tak setuju dengan pendapat Inggrid Collins yang mengatakan bahwa laki-laki cenderung lebih mudah cepat hilang rasa pada pasangannya dibandingkan perempuan.

“Tergantung pribadi individu. Banyak pria yang sulit move on dari mantan pasangannya juga,” tegasnya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait