URguide

Menelisik ‘Brawijaya Mukti’ dan ‘Candra Kapala’, Inovasi Batik Terbaru di Kota Malang

Nunung Nasikhah, Rabu, 6 November 2019 16.40 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Menelisik ‘Brawijaya Mukti’ dan ‘Candra Kapala’, Inovasi Batik Terbaru di Kota Malang
Image: Humas Universitas Brawijaya

Malang - Batik adalah warisan budaya asli Indonesia yang telah diakui UNESCO di kancah internasional.

Untuk melestarikan batik, empat orang dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya menciptakan batik baru yang diberi nama Batik Brawijaya Mukti dan Candra Kapala.

Adalah Romy Setiawan., S.Pd., M.Sn, Fatmawati, S.Sn., M.Sn, Dyanningrum Pradhikta, S.Sn., M.Ds. dari Prodi Seni Rupa dan Muh. Fatoni Rohman, M.Pd dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang menciptakan dua motif batik baru khas UB ini.

Kedua batik yang baru saja dilaunching ini dikerjakan selama satu bulan. Para dosen bekerja sama dengan pengrajin batik tulis di Singosari, Kabupaten Malang. Kedua motif batik ini merupakan inovasi seni rupa yang dijadikan ikon kampus.

Baca Juga: Ini Dia 5 Batik Populer yang Berasal dari Jawa Barat, Guys!

Batik ‘Candra Kapala’ merupakan perulangan geometris sisik ikan dengan motif utama digambarkan bersisihan yang mengandung arti keindahan dan keluhuran.

Warna yang digunakan yaitu hitam, coklat dan kuning. Hitam melambangkan ketegasan, kedalaman dan misteri, coklat melambangkan ketenangan dan keseimbangan, sedangkan kuning melambangkan kejayaan, keagungan, kecerdasan dan keabadian.

Nama ‘Candra Kapala’ sendiri diambil dari mahkota yang dipakai oleh Raden Wijaya yang memiliki makna berani membongkar segala sesuatu yang dianggap kurang wajar atau kurang benar.

"Candra Kapala terispirasi dari figur Prabu Brawijaya sebagai lambang UB. Raden Wijaya digambarkan bertangan 4 yang masing-masing memegang lampu, sangkhala, gada dan cakra.

Keempat benda tersebut menjadi motif utama batik Candra Kapala melalui proses penyederhanaan dan penyimbolan karakter,” ujar Romy.

Baca Juga: Yuk, Cari Tahu Daerah Asal Motif-motif Batik Indonesia!

Sedangkan motif batik ‘Brawijaya Mukti’ terinspirasi dari tugu dan gapura yang menjadi ciri khas kampus UB. Selain tugu dan gapura, motif ini juga memvisualisasikan stilasi Kota Malang.

Berdasarkan letak geografis, UB berada di Kota Malang yang memiliki sumber daya alam melimpah seperti banyaknya pantai atau laut serta pegunungan, disederhanakan dan disimbolkan menjadi bagian motif utama.

Di sisi lain, label Kota Malang sebagai kota bunga juga divisualisasikan melalui motif bunga dengan mempertimbangkan estetikanya.

Warna yang digunakan adalah warna merah terakota dan biru. Warna biru merepresentasikan UB yang melambangkan kepercayaan, kesetiaan, bijaksana, percaya diri dan kecerdasan.

Sementara warna merah melambangkan keberaniaan, kekuatan, energi dan kegembiraan.

“Motif Brawijaya Mukti ini merepresentasikan bahwa UB ingin mencapai kejayaan seperti kerajaan Majapahit,” imbuh Romy.(*)

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait