menu
user
URnews

Heboh Dana Hibah Rp 9 M, Museum dan Galeri Seni SBY-ANI Jadi Sorotan

Nivita Saldyni,
sekitar 2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Heboh Dana Hibah Rp 9 M, Museum dan Galeri Seni SBY-ANI Jadi Sorotan
Image: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat peletakan batu pertama pembangunan Museum dan Galeri Seni SBY-ANI di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (22/02/2020). Sumber: Instagram @kibcentre

Pacitan - Sejak minggu lalu, presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi sorotan publik. Banyak netizen menyoroti SBY terkait dana hibah Rp 9 miliar yang diterima Yudhoyono Foundation dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk pembangunan Museum dan Galeri Seni SBY - ANI.

Kritik tajam dari netizen pun meluncur kepada SBY. Mereka mempertanyakan mengapa museum ini harus mendapatkan bantuan? Mereka menilai pembangunan museum ini tak memiliki urgensi sehingga layak menerima bantuan dari Pemprov Jatim.

Dana Hibah Diajukan oleh Pemkab Pacitan

Menanggapi polemik dana hibah untuk Museum dan Galeri Seni SBY - ANI, Bupati Pacitan, Indartato pun buka suara. Ia mengatakan dana hibah sebesar Rp 9 miliar itu berasal dari Pemprov Jatim. Dana yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD) Kabupaten Pacitan 2021 itu, kata Indrarto merupakan usulan dari Pemkab Pacitan ke Pemprov Jatim.

Ia menjelaskan bahwa anggaran itu masuk dalam bantuan keuangan khusus (BKK) yang ada di APBD Kabupaten Pacitan tahun 2021 pada akhir 2020 lalu. Namun hingga minggu lalu dana tersebut belum cair.

"Ceritanya dulu pemerintah daerah mengusulkan kepada Bu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) untuk memohon dukungan," kata Indartato kepada wartawan, Senin (15/2/2021) lalu.

"Pemprov memberi bantuan namanya Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada pemerintah daerah (Pacitan) untuk pembangunan museumnya Pak SBY," lanjutnya.

Indrarto mengaku, usulan dana itu diajukan kepada Pemprov Jatim pada untuk membantu pembangunan Museum dan Galeri SBY-ANI. Alasannya, museum ini dinilai bisa jadi destinasi baru yang mampu mendongkrak sektor pariwisata Kabupaten Pacitan.

1614055210-khofifah-cek-museum-SBY.jpgSumber: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Museum & Galeri SBY-Ani Yudhoyono di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Minggu (18/10/2020). Sumber: Instagram @khofifah.ip

Secara terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono membenarkan keberadaan dana tersebut. Ia mengatakan, dana itu diajukan Pemkab Pacitan sejak dua tahun lalu.

"Pengajuannya 2019," kata Heru kepada wartawan di Surabaya, Rabu (17/2/2021).

Namun ia menjelaskan bahwa uang itu belum cair karena masih menunggu kelengkapan berkas terlebih dahulu.

Sempat heboh di Twitter

Masalah dana hibah ini sempat heboh di Twitter sejak Selasa (16/2/2021) lalu. Banyak yang mengkritik SBY dan mempertanyakan soal pembangunan museum yang berlokasi di kawasan Jalan Lintas Selatan (JLS), Pacitan itu.

Tudingan itu pun dibantah tegas oleh Politikus Partai Demokrat, Andi Arief di Twitter pribadinya. Ia menegaskan dana hibah itu murni niat baik dari Pemprov Jatim.

"Para Buzzer sudah fitnah keji soal pembangunan museum SBY ANI di Pacitan Jatim. Pak SBY ditawarkan bantuan hibah 9 M oleh Pemda Jatim untuk pembangunan.  Pak SBY tidak pernah minta, bantuannya pun belum diterima. Niat baik Pemda Jatim, murni," kata Andi, Rabu (17/2/2021).

"Museum ini dalam proses pembangunan, akan selesai diperkirakan awal tahun depan," imbuhnya.

Pembangunan Telah Dimulai Februari 2020

Seperti yang Urbanasia beritakan sebelumnya, proses pembangunam Museum dan Galeri Seni SBY - ANI telah dimulai sejak awal 2020. SBY sendiri secara langsung melakukan peletakan batu pertama pembangunan museum itu pada 22 Februari 2020.

Gedung museum seluas 7.500 meter persegi di Jalan Lingkar Selatan (JLS), Ploso, Pacitan itu kini masih dalam proses pembangunan. Museum ini dibangun di atas lahan sekitar 1,5 hektare guys.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau lokasi Museum dan Galeri Seni SBY - ANI pada Oktober 2020 menyampaikan museum ini ditargetkan akan rampung pada Maret 2021 mendatang. Namun baru dibuka untuk umum pada 2022 guys.

"Menurut kordinator pembangunan, museum ini ditarget akan rampung Maret 2021. InsyaAllah, museum dan galeri seni sekitar 7.500 meter persegi ini akan dibuka bagi masyarakat umum pada tahun 2022. Mohon do’a semoga lancar sukses," katanya, Minggu (18/2/2021).

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait