Naples - AC Milan terus melanjutkan kiprah apiknya di awal musim Serie 2020/2021 usai mengalahkan Napoli 3-1. Zlatan Ibrahimovic kembali bersinar. Top!

Milan mendapat ujian berat saat menyambangi San Paolo, Senin (23/11/2020) dini hari WIB. Pasalnya Milan belum pernah mengalahkan Napoli di laga tandang sejak 2010.

Mumpung performa tim lagi bagus-bagusnya, Milan coba memaksimalkan momentum itu. Menurunkan Zlatan Ibrahimovic dan Ante Rebic di lini serang, Milan coba memaksimalkan setiap peluang yang didapatnya.

Napoli memang menguasai pertandingan dengan 62,9 persen ball possesion dan membuat 19 attempts, tujuh di antaranya on goal. Sementara Milan lebih banyak menunggu melakukan serangan balik.

Pada menit ke-20, Milan mampu unggul duluan lewat tandukan Zlatan Ibrahimovic meneruskan umpan silang Theo Hernandez dan bola mengarah ke pojok gawang.

Ibrahimovic kembali jadi momok untuk Napoli saat membuat gol keduanya di menit ke-55. Menyambar umpan silang Ante Rebic, Ibrahimovic mencocor bola dari jarak dekat.

Ini adalah gol ke-10 Ibrahimovic dari delapan pertandingan awal musim ini, cuma dua pemain Milan yang pernah melakukannya di Serie A yakni Marco van Basten dengan 12 gol pada 1992/1993 dan Gunnar Nordahl dengan 10 gol pada 1950/1951.

Ibrahimovic juga selalu mencetak gol di enam pertandingan awal musim ini, hanya tiga pemain yang pernah melakukannya di Serie A, yakni Gabriel Batistuta di musim 1994/95, Christian Vieri di musim 2002/03, dan Krzysztof Piatek di 2018/19.

Dia jadi pemain tertua yang mampu mencetak setidaknya 10 gol di delapan pertandingan awal. Napoli sempat memangkas skor lewat sepakan Dries Mertens dari jarak pada menit ke-63.

Tapi, Milan memastikan kemenangan 3-1 pada masa injury time ketika Jens Petter Hauge menusuk dari sisi kiri, sebelum menyepak bola ke langit gawang. Milan semakin kukuh di puncak klasemen dengan 20 poin dari delapan pertandingan.

Ini adalah kali kedua Milan melakukannya di era tiga poin, setelah pada musim 2003/2004 saat mereka jadi juara. Bisa raih Scudetto, Milan?

 

Komentar
paper plane