beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Indonesia Jadi Ketua ASEAN 2023, Jokowi: Sebuah Kehormatan

Putri Rahma,
14 November 2022 18.26.43 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Indonesia Jadi Ketua ASEAN 2023, Jokowi: Sebuah Kehormatan
Image: Presiden Jokowi menerima palu simbol keketuaan ASEAN dari Perdana Menteri Hun Sen (Foto: AntaraNews)

Jakarta - Indonesia menerima estafet keketuaan ASEAN dari Kamboja dan akan menjadi Ketua ASEAN pada tahun 2023. Penyerahan tersebut diberikan saat upacara penutupan KTT ASEAN ke-40 dan Ke-41 di Hotel Sokha Phnom Penh.

Presiden Jokowi menerima palu dari Perdana Menteri Kamboja Hun Sen sebagai penanda bahwa Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN 2023.

"Sebuah kehormatan bagi Indonesia menjadi Ketua ASEAN tahun 2023. Keketuaan Indonesia akan menjadikan ASEAN Matters: Epicentrum of Growth," ujar Presiden Jokowi, Minggu (13/11/2022).

Jokowi juga mengatakan bahwa ASEAN harus menjadi kawasan stabil dan damai, serta menjadi jangkar stabilitas dunia. ASEAN juga harus mampu menegakkan hukum internasional dan tidak menjadi proksi siapa pun.

"ASEAN harus menjadi kawasan yang bermartabat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi,"ucapnya.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menginginkan agar ASEAN menjadi kawasan ekonomi yang bisa tumbuh cepat, inklusif dan berkelanjutan. Tak cuma itu, kapasitas institusi ASEAN juga menjadi tanggung jawab penting agar mampu menjawab tantangan 20 tahun ke depan.

"Semua itu harus diperjuangkan dengan cara ASEAN yaitu konsisten dengan semangat kerja sama serta menjalankan Piagam ASEAN seutuhnya," jelasnya.

Presiden Jokowi juga turut mengundang seluruh pemimpin ASEAN untuk hadir pada KTT ASEAN di Indonesia tahun depan.

"Saya tunggu kehadiran Yang Mulia di Indonesia tahun depan," pungkas Presiden Jokowi.

Pada pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menyeri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait