menu
user
Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Industri Kreatif Terdampak COVID-19, Begini Cara untuk Bangkit

Kintan Lestari,
12 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Industri Kreatif Terdampak COVID-19, Begini Cara untuk Bangkit
Image: Ilustrasi industri kreatif. (Freepik/wayhomestudio)

Jakarta - Pandemi COVID-19 menghancurkan seluruh industri, termasuk industri ekonomi kreatif.

Banyak orang di industri kreatif kehilangan pekerjaan. Mulai dari pengusaha, sampai kru panggung yang tak mungkin menggelar keramaian di tengah pandemi.

Erik Hidayat, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ekonomi Kreatif, berbicara soal bagaimana pengusaha harus bangkit di era pandemi seperti sekarang ini.

Menurutnya, yang harus dilakukan supaya bisa bangkit di era pandemi COVID-19 adalah melihat peluang.

"Lihat peluang. Kita beralih ke hal lainnya. Banyak juga temen-temen dari industri perfilman yang nggak ada kerjaan beralih jadi fotografer atau ngebuat iklan. Harus bisa bertahan dalam kondisi ini sangat penting. Jadi lakuin apa aja dan lihat peluang yang ada di sekeliling," kata Erik dalam URtalks Urbanasia bertajuk 'Bangkitnya Ekonomi Kreatif di Era Pandemi', Senin (26/4/2021).

Meski demikian, Erik Hidayat menyatakan memang pada praktiknya hal itu masih sulit dilakukan, terutama untuk orang-orang di balik layar.

Pasalnya status mereka adalah pekerja lepas, jadi sulit mendapat bantuan dari pemerintah.

Vaksin sendiri dikatakan Erik bisa jadi salah satu solusi untuk membangkitkan industri kreatif. Dengan vaksin, masyarakat merasa aman untuk beraktivitas.

"Menurut kita ini adalah harapan besar kalau sudah divaksin. Kita jadi ngerasa lebih safe, lebih secure. Jadi vaksin ini sangat penting sebenarnya," tutup Erik.

Sebagai Ketua Umum Syariah Fren yang fokus di industri ekonomi syariah, Erik Hidayat dijadwalkan akan jadi pembicara di webinar Ramadhan Festival yang digelar oleh Hijrah Coach mulai tanggal 28 April sampai 1 Mei 2021. Bagi Urbanreaders yang berminat gabung, silakan daftar di sini

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait