Hot News

Jakarta - Baterai menjadi salah satu faktor pertimbangan dalam memilih smartphone. Dengan baterai yang besar, tentu diyakini bahwa smartphone akan tahan lama untuk dipakai seharian demi mendampingi aktivitas penggunanya.

Namun, baterai dengan kapasitas besar tidaklah cukup karena perlu juga mempertimbangkan usia pakai baterai yang dipengaruhi siklus penggunaan dan pengisian daya dari kosong hingga penuh.

"Rata-rata industri saat ini, angka siklus pengisian baterai mencapai 750-800 kali sebelum kualitas baterai menurun dan tidak bisa mencapai kapasitas awal. Itulah kenapa mulai muncul keluhan baterai cepat habis," terang juru bicara Xiaomi Indonesia.

Baterai usia panjang sejatinya akan membantu pengguna untuk terus produktif baik untuk dipakai belajar, terhubung dengan keluarga serta rekan, hingga bagi mereka yang menghabiskan waktu sepanjang hari di luar rumah. 

Dengan baterai berusia panjang bisa menghemat pengeluaran. Sebab tidak semua orang bisa berganti smartphone setahun sekali dan mereka dengan anggaran terbatas perlu membuat keputusan tepat dalam mendapatkan perangkat yang memiliki performa sebanding dengan harga. 

"Angka siklus pengisian baterai sebesar 1.000 kali pada Redmi 9C misalnya, itu berarti perangkat tersebut setidaknya bisa dipergunakan hingga 4 tahun dengan kondisi yang optimal dengan pengisian normal," jelas juru bicara Xiaomi Indonesia.

Perlu pula diperhatikan dukungan sistem operasi. Seperti MIUI 12 memiliki sejumlah fitur yang akan membantu pengguna untuk mengoptimalisasi kinerja perangkat dan menghemat penggunaan baterai, mulai dari diagnostik aplikasi yang berjalan di background hingga mengingatkan fitur seperti bluetooth bila tidak digunakan.

Komentar

Loading ..