URnews

Ini Sejumlah Alat Inovasi Terbaru Karya IT Telkom Surabaya 

Nivita Saldyni,
7 hari yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Ini Sejumlah Alat Inovasi Terbaru Karya IT Telkom Surabaya 
Image: Rektor ITTS Tri Arief Sardjono saat menyerahkan bantuan alat canggih ke Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Jumat (20/11/2020). Sumber: Humas IT Telkom Surabaya

Surabaya - IT Telkom Surabaya (ITTS) kembali mengenalkan sejumlah inovasi terbarunya kepada masyarakat. Bahkan alat-alat canggih itu telah diserahkan ke Pemerintah Kota Surabaya untuk membantu penanganan COVID-19 loh.

Setidaknya ada tiga alat canggih yang diserahkan ITTS untuk Pemkot Surabaya. Mulai dari crane pemulasaran jenazah versi 3.0, masker portable, dan ventilator command center guys.

Rektor ITTS Tri Arief Sardjono mengatakan alat-alat hasil inovasi mahasiswa dan dosen ITTS ini telah diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, di halaman Balai Kota Surabaya, Jumat (20/11/2020) lalu. 

"Kali ini kami berangkat pada bagaimana caranya para medis yang berjuang membantu saudara kita melawan COVID-19 ini memiliki cara lebih praktis dalam melakukan pemulasaran jenazah untuk mengurangi kontak langsung. Mengatasi permasalahan ini maka dibuatlah crane pemulasaran jenazah versi 3.0," kata Arief dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (21/11/2020).

1605945449-crane-pemulasaraan-jenazah-ITTS.jpgSumber: Crane pemulasaraan jenazah versi 3.0 karya ITTS. Sumber: Humas IT Telkom Surabaya

Arief menjelaskan, crane pemulasaraan jenazah versi terbaru ini hanya butuh waktu 38 detik untuk menurunkan peti jenazah ke liang lahat dengan dikendalikan oleh remote control. Berkat manfaat yang diberikan itu, crane satu ini bahkan sempat memenangkan Ideathon 2020 yang diselenggarakan oleh Kemenristekbrin dan lolos program Bakti Inovasi 2020 dari Kemenristekbrin loh.

Selain crane pemulasaraan jenazah, ITTS juga menyerahkan masker portable nih. Alat satu ini diklaim bisa menyaring udara kotor menjadi udara bersih sekaligus mencegah penularan virus COVID-19. Arief mengatakan, ide awal masker portable berangkat dari banyaknya masyarakat yang semakin gemar olahraga di tengah pandemi ini loh. 

"Jadi bagaimana caranya agar para atlit kita atau siapapun itu yang suka berolahraga tetap bisa berolahraga dengan aman serta bagaimana caranya agar kita bisa tetap beraktivitas dengan aman di ruang ber-AC," jelasnya.

Nah, alat ini dilengkapi dengan kotak yang tersambung ke selang pada masker. Di dalam kotak ini terdapat komponen lampu UV-C portable yang berfungsi membunuh virus, VGA fan yang berfungsi sebagai tempat sirkulasi udara, dan karbon filter yang berfungsi memurnikan udara. Sumber tenaga pada kotak ini menggunakan battery Li-Po bertegangan 12V, guys.

1605945465-masker-portabel-ITTS.jpgSumber: Mahasiswa ITTS menunjukkan cara kerja masker portabel kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sumber: Humas IT Telkom Surabaya

Terakhir, ada ventilator command center hasil kerjasama ITTS dengan Telkom Digital Business. Alat ini digunakan untuk mengendalikan dan memonitor ventilator dari jarak jauh menggunakan aplikasi sehingga meminimalisir kontak dokter dengan pasien, dalam hal ini pasien COVID-19.

Arief menjelaskan, cara kerja alat satu ini pun cukup mudah. Udara dari compressor dan tabung oksigen dicampur dalam satu mixer chamber, kemudian udara disupply ke passion melalui sistem pneumatic berdasarkan bacaan sensor pressure, setting parameter pernafasan (PIP, PEEP, IE, ratio, tidal volume, BPM) dapat dilakukan secara jarak jauh menggunakan internet.

"Alat ini diproyeksikan nantinya bisa dimiliki setiap rumah sehingga ketika terjadi urgensi bisa digunakan langsung dan dokter bisa memonitor penggunaannya langsung melalui aplikasi," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Risma menyambut baik pemberian alat-alat canggih tersebut. Namun ia menyarankan agar semua ini harus segera diurus hak patennya agar terhindar dari pencurian hak kekayaan intelektual.

"Bukan apa-apa, tapi kita harus biasakan itu. Saya mengalami sendiri, padahal di saat penciptaan tidak segitu harganya. Hak panten ini penting untuk keberhasilan produksi masalnya," kata Wali Kota Risma, Jumat lalu.

"Jadi sekarang bisa langsung dipatenkan agar tidak diklaim pihak lain. Jadi setelah ini di-launching akan dipatenkan di mana pada hari Senin besok kami menindaklanjuti Kerjasama dengan ITTelkom Surabaya.” pesan Risma.

Sebelumnya ITTS telah beberapa kali memberikan bantuan kepada Pemkot Surabaya berupa bilik sterelisasi, robot service isolation room, APB sterelisasi, robot rose, hingga swab chamber, guys.

 

Komentar
paper plane