Hot News
URnews

Kenang Gus Sholah, Gus Ipul: Sikap Menghargai Perbedaannya Patut Diteladani

Nivita Saldyni,
3 Februari 2020
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kenang Gus Sholah, Gus Ipul: Sikap Menghargai Perbedaannya Patut Diteladani
Image: Gus Sholah hadir di Pameran Arsitektur 'Prihal' Karya Andra Matin pada 11 Desember 2019/Instagram @ipangwahid

Surabaya - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Saifullah Yusuf mengatakan banyak hal yang bisa diteladani dari sosok KH. Sholahuddin Wahid.

Salah satunya, pria yang kerap disapa Gus Ipul itu menyebutkan bahwa Gus Sholah adalah orang yang memiliki sikap menghargai perbedaan.

"Beliau dikenal sangat menghargai dan menghormati perbedaan, sama seperti kakak kandungnya, Gus Dur," kata Gus Ipul, dilansir dari Antara.

Baca Juga: Ungkapan Duka Cita Presiden Jokowi Atas Meninggalnya Gus Sholah

Baginya, Gus Sholah selalu menjunjung tinggi perbedaan karena setiap orang punya pandangan yang tak selalu sama.

Tak hanya sampai situ, Gus Sholah juga dikenal tak pernah memaksakan pendapat orang lain.

"Beliau juga tidak memaksakan pendapat yang sama. Cara menyelesaikan perbedaan juga tidak saling menghujat. Ini yang harus diteladani," katanya.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu juga mengaku aktif berkomunikasi dengan putra Gus Sholah, Irfan Wahid.

"Saya sangat sering komunikasi dengan putra Gus Sholah, Ipang Wahid, termasuk menanyakan kabar ayahnya saat tadi sempat kritis dan masuk rumah sakit. Sekarang, kita semua berduka karena ditinggalkan ulama hebat di negeri ini," katanya.

Tak lupa, Gus Ipul turut mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya dan mendoakan almarhum Gus Sholah.

Baca Juga: Posting Momen Bareng Gus Sholah, Gubernur Jawa Timur Kirim Ucapan Belasungkawa

Atas nama PBNU, ia juga mengimbau seluruh pengurus wilayah, cabang, lembaga, badan otonom, serta pondok pesantren di mana pun berada turut menggelar doa bersama, tahlil, dan menunaikan Shalat Gaib untuk mendoakan Gus Sholah.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Gus Sholah meninggal di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta, Minggu (2/2/2020), pukul 20.55 WIB setelah dirawat sejak 31 Januari lalu.

Pria kelahiran Jombang, 11 September 1942 itu akan dimakamkan di samping makam sang ayah, KH. A. Wahid Hasyim yang berada di kompleks makam keluarga Pesantren Tebuireng, Senin (3/2/2020) sore.


Loading ..