beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URguide

Kisah Sukses JK Rowling, Penulis Novel ‘Harry Potter’ yang Legendaris

Suci Nabila Azzahra,
19 Juli 2022 14.14.39 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kisah Sukses JK Rowling, Penulis Novel ‘Harry Potter’ yang Legendaris
Image: JK Rowling (Instagram @jkrowling_official)

Jakarta - Siapa yang tidak kenal dengan JK Rowling? Seorang penulis kelahiran 31 Juli 1965 yang melambung berkat karya fiksi berseri ‘Harry Potter’. Ia semakin tenar lagi ketika buku tersebut diangkat ke layar lebar dengan banyak seri.

Tidak hanya ‘Harry Potter’, Rowling juga termasuk penulis produktif beberapa di antaranya ‘Fantastic Beasts and Where to Find Them’ (2001), ‘Quidditch Through the Ages’ (2002), dan ‘The Tales of Beedle the Bard’ (2008).

Namun, ia sempat dikritik ketika mengeluarkan karya berjudul ‘Troubled Blood’ (2020), yang menggambarkan seorang transgender sebagai penjahat. Ia pun dituduh sebagai anti-transgender. Setelah muncul kritik itu, Rowling pun menjawabnya dengan esai panjang di web pribadinya. 

Rowling dibesarkan di Inggris, tepatnya di Gloucestershire. Ayahnya adalah seorang insinyur pesawat terbang di pabrik Rolls Royce, sementara ibunya adalah teknisi sains di departemen Kimia, tempat Rowling bersekolah. 

Sejak muda, Rowling sudah terbiasa dengan buku-buku. “Saya hidup untuk buku [...] Aku adalah kutu buku [...],'' katanya seperti dikutip website pribadinya, Selasa (19/7/2022).

Ia bercita-cita ingin menjadi penulis sejak kecil. Buku pertamanya yang ditulisnya saat masih berumur 6 tahun berkisah tentang kelinci. Di usia sebelas tahun, ia menulis novel pertama yang bercerita tentang tujuh berlian terkutuk.

Impian menjadi penulis itu terus terpelihara sampai ia melanjutkan pendidikan di Universitas Exeter, di mana ia membaca banyak buku Bahasa Prancis dan Klasik. Bahkan ia pernah didenda sebesar 50 poundsterling karena terlambat mengembalikan buku yang dipinjam ke perpustakaan.

Pengetahuannya tentang Klasik ini sangat berpengaruh terhadap cara ia membuat mantra dalam seri buku Harry Potter, beberapa di antaranya didasarkan pada Bahasa Latin. 

Setelah selesai mengenyam pendidikan, Rowling pindah ke London dan mencoba berbagai pekerjaan, termasuk peneliti di Amnesty International. Ia mulai menyusun gagasan ‘Harry Potter’ pada tahun 1990 ketika duduk di kereta yang tertunda dari Manchester ke London. Lima tahun setelahnya, dia mulai memetakan tujuh buku dari seri tersebut. 

Hampir sebagian besar ia tulis dengan tulisan tangan. Dengan membawa catatannya, dia pindah ke Portugal untuk mengajar Bahasa Inggris. Di sana ia menikah dengan Jorge Arantes dan dikaruniai seorang putri bernama Jessica. 

Pernikahan itu tak bertahan lama dan Rowling memutuskan kembali ke Inggris. Ia tinggal di Edinburgh bersama Jessica dan sebuah koper berisi tiga bab pertama Harry Potter. Di sana ia menjadi guru dan terus menulis di setiap waktu luang. 

Pada tahun 1998, bukunya berjudul ‘Harry Potter and the Sorcerer's Stone’ diterbitkan di Amerika Serikat oleh Scholastic. Enam judul selanjutnya diikuti dalam seri ‘Harry Potter’, masing-masing mencapai kesuksesan memecahkan rekor. Pada tahun 2001 buku pertama diadaptasi ke layar lebar oleh Warner Bros.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait