beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URstyle

Kurangi Risiko Rokok, Produk Tembakau Alternatif Jadi Pilihan

Ika Virginaputri,
14 Mei 2022 20.07.13 | Waktu baca 3 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Kurangi Risiko Rokok, Produk Tembakau Alternatif Jadi Pilihan
Image: ilustrasi vape (Foto: Freepik/RacoolStudio)

Jakarta -- Produk tembakau alternatif saat ini sudah marak dijadikan alternatif oleh perokok dewasa. Sebagai pengganti rokok, produk seperti tembakau yang dipanaskan, vape atau rokok elektrik, snus dan permen nikotin memang lebih praktis, Guys. Produk tembakau alternatif juga merupakan alternatif yang lebih rendah risiko dibandingkan dengan rokok. Selain bagi penggunanya, produk tembakau alternatif juga mengurangi risiko paparan zat berbahaya bagi orang-orang di sekitar.

Alasan itulah yang membuat Alvin Wattimena sekarang lebih memilih vape. Selain simpel dan praktis, vape juga membuat Alvin bisa bernapas lebih lega. 

"Alasan nge-vape sebenernya lebih simpel dan mengurangi biar nggak bau. Rasanya juga beda sih," ungkap Alvin kepada Urbanasia. "Kalo ngerokok, pasti bangun pagi tuh nggak enak. Dadanya sakit lah. Tapi nge-vape hampir setahunan, nggak ada masalah sih kalo pas bangun," sambung cowok 28 tahun ini.

Untuk alasan kesehatan, Alvin juga pernah mencoba produk tembakau alternatif lain yaitu nicotine patch. Namun Alvin merasa hanya vape yang sangat membantu masa transisinya menuju berhenti merokok. Makanya Alvin juga nggak keberatan mengeluarkan uang agak banyak sebagai budget nge-vape-nya dibanding membeli rokok.

1652446539-Alvin-Watt.jpgSumber: Setelah setahun jadi pengguna vape, Alvin nggak lagi merasa sesak nafas saat bangun tidur (Foto: dok pribadi)

"Emang harganya lebih mahal sih, bisa dibilang hampir 2 kali lipatnya," tegas Alvin. "Kalo rokok, sebulan sekitar 250 ribu karena aku beli langsung satu slop. Tapi kalo vape sekitar 500-600 ribu," kata Alvin lagi.

Alasan yang kurang lebih serupa juga disampaikan Ihsan Muliawan nih, Guys. Karena dulunya termasuk perokok berat, Ihsan mengaku mengalami gangguan napas di tahun 2012. Namun baru di tahun 2014 lah Ihsan memutuskan untuk beralih ke vape. Sejak itu Ihsan nggak lagi merasa sesak.

"Saya jadi perokok aktif dari 2003. Kebetulan saya dulu tinggal di Bandung, karena udara dingin juga cocok banget buat perokok. Pas saya pindah ke Jakarta mulai lah sesak. Ngerasa udah nggak nyaman. Setiap malam sebelum tidur pasti ngerasain sesak dan kalo olahraga raga itu pasti auto megap-megap. Nah selama saya nge-vape, alhamdulillah nggak ada sesak lagi kalo malem," Ihsan menuturkan.

1652446757-Ihsan-Muliawan.jpgSumber: Ihsan memilih beralih ke vape karena lebih praktis dan banyak pilihan rasa (Foto: dok pribadi)

Sejak 2014 hingga sekarang, Ihsan konsisten dengan pilihannya beralih ke vape. Sama seperti alasan Alvin lebih memilih vape ketimbang rokok, Ihsan juga beranggapan vape unggul di sisi kepraktisan. 

Baik Alvin maupun Ihsan sama-sama mengakui adanya perbedaan nyata dari sisi Kesehatan semenjak memutuskan beralih dari rokok ke produk tembakau alternatif. Selain testimoni dari para pengguna, faktor pengurangan risiko Kesehatan pada produk tembakau alternatif juga telah dibuktikan oleh banyak penelitian loh, Guys.

Salah satu contoh penelitian dari Lembaga eksekutif Departemen Kesehatan Inggris, Public Health England (PHE), dalam Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018 menyebutkan tembakau alternatif, semisal tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik, memiliki risiko yang lebih rendah hingga 95 persen dibandingkan dengan rokok. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait