Level Waspada Corona Naik, Warga Singapura Serbu Supermarket

Singapura - Warga Singapura dilanda kepanikan setelah pemerintah setempat menaikkan level status wabah corona, Jumat (7/2/2020) lalu.
Pemerintah Singapura menaikkan level kewaspadaan wabah corona dari level kuning ke oranye. Level ini menandakan penyebaran suatu penyakit di negeri itu sudah parah, tapi masih belum meluas.
Tentunya peningkatan status kewaspadaan membuat para warga resah, mereka berbondong-bondong memborong kebutuhan pokok di supermarket sebagai perbekalan.
Baca Juga: Status Virus Corona di Singapura Naik Jadi Waspada
Negara berpenduduk 5,7 orang ini memburu bahan makanan pokok, masker, dan tisu toilet di supermarket ataupun toko-toko terdekat. Akibatnya, antrean panjang pun terjadi di mana-mana.
Antrean panjang di salah satu supermarket di Singapura/The Straits Times
"Saya khawatir jika mereka semakin meningkatkan level siaga, kita tidak bisa keluar rumah dan kehabisan bahan makanan dan masker," ujar seorang ibu rumah tangga kepada AFP.
Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan Singapura Chan Chun Sing mengimbau warga untuk tidak panik dan terburu-buru membeli barang-barang pokok.
Melalui akun Facebooknya, menyebut Singapura tidak mengalami krisis bahan makanan dan barang-barang rumah tangga.
"Kita tidak ada risiko mengalami kekurangan bahan makanan pokok dan alat-alat rumah tangga. Persedian bahan makanan kita masih stabil bahkan tidak ada gangguan impor. Dalam situasi seperti ini, wajar kalau kita ingin melindungi diri sendiri. Tapi kita juga harus memikirkan orang lain yang benar-benar memerlukan bahan tersebut," tulis Sing.
Petugas kembali mengisi stok barang-barang pokok di swalayan/Facebook Menteri Perdagangan Singapura, Chan Chun Sing
Sebelum menaikkan status kewaspadaan terhadap wabah virus corona, Pemerintah Singapura sudah lebih dulu mencabut izin bebas transit para wisatawan dari Cina.
Baca Juga: Aksi Perawat di Cina Lawan Virus Corona, Kompak Potong 'Gundul'
Sejauh ini, tercatat ada 40 korban yang terinfeksi virus corona di Singapura, salah satunya adalah Warga Negara Indonesia yang bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Sedangkan secara global, virus corona sudah menginfeksi sekitar 37 ribu orang dan menewaskan 811 orang.
