beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtainment

Maunya Perhatian, Tapi Kok Malah Body Shaming?

Itha Prabandhani,
lebih dari 2 tahun yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Maunya Perhatian, Tapi Kok Malah Body Shaming?
Image: Ilustrasi. (Pixabay)

Jakarta - Di dunia yang penuh dengan keterbukaan informasi seperti sekarang ini, begitu banyak kesempatan dan cara untuk mengomentari orang lain, tidak hanya di dunia nyata, tapi juga di dunia maya.

Hati-hati ya, guys dengan perkataan seperti “Kamu jangan kebanyakan makan coklat ya, ntar gemukan, lho!” “Pakai sunscreen nih, biar nggak tambah item!” atau “Coba deh kamu pakai krim ini biar gak jerawatan.”

Sekilas ungkapan-ungkapan tersebut terdengar seperti bentuk perhatian kita pada orang lain. Namun, kadang tanpa disadari, niat mulia kita itu malah jatuhnya jadi body shaming.

Body shaming adalah ungkapan berupa komentar atau kritik yang mengacu pada bentuk tubuh atau kondisi tubuh seseorang. Body shaming adalah bentuk lain dari bullying lho, guys.

Baca juga: Lawan Body Shaming, Brand Ini Ajak Wanita Tetap Tampil Percaya Diri Lewat Koleksi Plus Size

Orang yang menjadi objek dari komentar kita bisa jadi sangat tersinggung, malu, dan sakit hati dengan perkataan kita. Tidak jarang, bahkan akan membuat orang itu depresi. Duh, jangan sampai ya?

Supaya kamu terhindar dari perilaku body shaming, coba simak beberapa hal berikut!

Bentuk Tubuh Orang Berbeda-Beda

Sadarilah bahwa bentuk tubuh orang berbeda-beda. Setiap orang tidak seharusnya merasa malu dengan bentuk badannya. Ketika kamu terlibat dalam pembicaraan mengenai tubuh orang lain, pastikan bahwa komentarmu fokus pada hal yang ingin disampaikan.

Misalnya, jika temanmu mau minta pendapat tentang baju mana yang lebih bagus untuk dia, kamu cukup menjawab baju yang ini atau yang itu. Nggak perlu ditambahi embel-embel seperti, “Baju yang ini aja. Kamu jadi kelihatan kurusan pakai baju ini.”

Bayangkan Kalau Kamu Jadi Dia

Sebelum memberi komentar, ada baiknya kamu sejenak berpikir melalui kacamata orang tersebut. Ini akan membantumu berpendapat sesuai apa yang nyaman buat dia.

Sampaikan pendapatmu seperti “Aku suka potongan rambut model itu, dan aku rasa itu juga akan cocok buat kamu.”

Biasakan Untuk Berkata Positif

Body shaming kadang tidak hanya datang dari orang lain, tapi juga dari diri sendiri. Banyak orang yang merasa tidak bahagia dan tidak cukup sempurna.

Kamu pasti pernah dengar kan temanmu bilang, “Aku gemukan ya?” atau “Wah, dia tinggi dan langsing banget, beda banget sama aku.”

Ketika kamu mendengar ungkapan seperti ini, tangkislah self-body shaming temanmu ini dengan ungkapan positif, seperti, “Kamu malah kelihatan lebih segar sekarang,” atau “Selera orang kan beda-beda.” Lengkapi juga dengan pujian terhadap kelebihan yang dia miliki.

Fokuslah Pada Apa Yang Kamu Rasakan

Biasakan untuk berfokus pada apa yang kamu rasakan dan bukan pada penampilan luar. Sehat dan cantik atau ganteng adalah bukan ditentukan oleh berapa kilo berat badan kamu atau seberapa cerah kulitmu.

Seseorang akan terlihat lebih menarik jika penuh percaya diri, ceria, ramah, dan bahagia dengan apa yang ada padanya.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait