Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URstyle

Menengok Ribuan Burung Migrasi Australia di Taman Nasional Wasur Merauke

Shelly Lisdya,
2 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Menengok Ribuan Burung Migrasi Australia di Taman Nasional Wasur Merauke
Image: Endemik Selatan Papua, burung Kukabura Aru. (Instagram @btn_wasur)

Jakarta - Pernah memiliki keinginan melihat migrasi puluhan hingga ratusan burung Australia? Kamu bisa mengunjungi Taman Nasional Wasur Merauke loh, Urbanreaders. 

Taman Nasional Wasur yang merupakan daerah lahan basah merupakan tempat yang sangat penting untuk burung-burung air di Indonesia, khususnya burung migran dari dan ke Australia dan New Zealand.

Oleh karena itu, kawasan itu memiliki arti penting bagi kepentingan internasional sebagai tempat persinggahan ribuan burung migrasi antara Australia dan Asia.

Biasanya migrasi ribuan burung tersebut terjadi selama bulan Agustus sampai September, jenis burung yang sering migrasi seperti Calidris ruficollis, Xenus cinereus, Calidris tenuirostris dan Charadrius mongolus.

Sedangkan daerah-daerah yang sering menjadi habitat burung migran adalah daerah padang rumput, Danau Rawa Biru, Rawa Dogamit, Rawa Mblatar dan Pantai Ndalir.

1629450987-Burung-migran-di-pantai-ndalir.jpgSumber: Burung migran di Pantai Ndalir. (Instagram @btn_wasur)

Selain itu, mengutip dari laman resmi Taman Nasional Wasur Merauke, diperkirakan terdapat 80 jenis mamalia dan yang telah teridentifikasi sebanyak 34 spesies, yang mana 32 spesies di antaranya adalah endemik Papua. 

Tercatat ada 403 spesies dengan 74 jenis di antaranya endemik Papua dan diperkiraan terdapat 114 spesies yang dilindungi. Untuk jenis ikan tercatat 39 jenis dari 72 jenis yang diperkirakan ada, dan 32 jenis di antaranya terdapat di danau Rawa Biru dan 7 jenis terdapat di sungai Maro. 

Sedangkan untuk jenis reptil telah tercatat 21 jenis, empat jenis kura-kura, lima jenis kadal, delapan jenis ular dan satu jenis bunglon. Untuk amphibi tercatat hanya ada tiga jenis, sedangkan data serangga dalam kawasan TN Wasur masih belum banyak diperoleh, namun sedikitnya telah tercatat sebanyak 48 jenis.

Mamalia besar asli yang terdapat di kawasan TN Wasur adalah tiga marsupial, yaitu Kanguru lincah (Macropus agilis), Kanguru hutan/biasa (Darcopsis veterum) dan Kanguru bus (Thylogale brunii).

1629451026-TN-Wasur.jpgSumber: Taman Nasional Wasur. (Instagram @btn_wasur)

Jenis-jenis burung yang terdapat di Taman Nasional Wasur, antara lain burung garuda irian (Aquila gurnayei), cenderawasih (Paradisaea apoda), kakatua (Cacatua sp.), mambruk (Goura cristata), alap-alap (Accipiter sp.), nandur (Ailuroedus sp.), belibis (Anas sp.), Bangau (Ardea sp.), dan lain-lain.

Tenang aja guys, di sini juga ada objek dan daya tarik wisata alam tersebut antara lain keindahan dan panorama alam, kehidupan flora dan fauna liar, bentang alam pantai, sungai dan lahan basah dengan berbagai keanekaragaman hayati maupun atraksi budaya tradisional lainnya.

Selain bisa mengamati burung-burung migran di Pantai Ndalir, Rawa Dogamit dan Mblatar, kamu juga bisa mengamati burung-burung endemik di hutan jarang Melaleuca dan hutan dataran rendah.

Apalagi buat kamu yang hobi foto, bisa datang saat matahari terbenam atau sunset ya, guys. Kamu datang sekeluarga bisa rekreasi dengan memancing, berperahu dan berenang di Pantai Ndalir.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait