beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URnews

Mengenal Tradisi dan Makna Kirab Jolen dan Ogoh-ogoh Gunung Kawi Saat 1 Muharram

Nunung Nasikhah,
2 September 2019 11.20.00 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mengenal Tradisi dan Makna Kirab Jolen dan Ogoh-ogoh Gunung Kawi Saat 1 Muharram
Image: Nunung Nassikhah (Urbanasia)

Malang - Tahun Baru Islam atau 1 Muharram tahun ini jatuh pada tanggal 1 September 2019. Tanggal 1 Muharram sendiri menurut penanggalan Jawa dinamakan 1 Suro.

Sudah menjadi adatnya, setiap bulan Suro datang, warga Gunung Kawi, Kecamatan Winosari, Kabupaten Malang merayakannya dengan kirab Jolen serta Ogoh-Ogoh.

Lalu, gimana sih tradisi ini dilakukan oleh warga Gunung Kawi?

Setidaknya ada 14 ogoh-ogoh berukuran besar yang diarak oleh warga 14 RW yang ada di Desa Wonosari.

Baca Juga: Gulali Jadi Primadona di Festival Oeklam-Oeklam Heritage Nang Kajoetangan

Ogoh-ogoh itu berbentuk naga, macan dan Buto. Ogoh-ogoh ini diarak dari terminal Wonosari menuju Amphitheater Pesarean Gunung Kawi sekitar 500 meter.

Sesampainya di Pesarehan, makanan dan minuman yang terdapat di ogoh-ogoh diturunkan untuk menjadi sesajen di Pesarehan.

Ogoh-ogoh kemudian dibakar menjelang petang, sebagai simbol untuk memerangi angkara murka.

Dalam rangkaian kirab ogoh-ogoh ini, ada pula aksi ratusan penari serta marching band.

“Awalnya dulu kan hanya sesajen ke pesarehan tapi untuk saat ini kita tambahkan atraksi ini untuk menambah daya tarik pengunjung,” ungkap ketua panitia, Yayok Eko.

Yayok menambahkan seluruh atribut dari kostum bentuk ogoh-ogoh hingga alat musik yang ditampilkan dalam acara tersebut merupakan hasil kreatifitas warga.

Baca Juga: Benarkah Rowo Bayu Adalah Lokasi KKN Desa Penari? Ini Jawabannya

Lanjut dia, Gebyar 1 Suro menjadi ritual yang akan terus eksis dan bisa dilestarikan oleh anak muda di tengah gempuran globalisasi.

"Tentunya, agar budaya khas kita semakin dikenal dunia dan memberikan dampak positif bagi nilai-nilai tradisi bangsa," tutupnya.(*)

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait