Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URnews

Mengikuti Trend, Media Konvensional Harus Kolaborasi dengan Homeless Media

Putri Nur Aisyah,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Mengikuti Trend, Media Konvensional Harus Kolaborasi dengan Homeless Media
Image: Festival Sertifikasiku (Foto: Laman Resmi Sertifikasiku)

Jakarta - Pada hari Sabtu (11/12/2021), Ken Yunita Editor in Chief Urbanasia, menyempatkan diri di sela kesibukannya untuk menghadiri webinar yang diadakan oleh Sertifikasiku yang bertajuk ‘Festival Sertifikasiku Learning From Expert’.

Dalam webinar tersebut, Ken membagikan ilmu bagi seluruh peserta dengan tema ‘Collaboration Between Conventional Media and Homeless Media’. Ken mengatakan bahwa dalam masa-masa seperti ini, seperti tema yang dibawakan olehnya, media konvensional memang harus menyesuaikan diri dengan trend supaya tetap mampu memberikan informasi yang luas kepada masyarakat.

“Mereka (homeless media) tumbuh sangat cepat dengan media pinjaman seperti media sosial, oleh karena itu, media konvensional juga harus dinamis dengan mengikuti trend itu. Mau nggak mau, harus ada kolaborasi antara media konvensional bersama homeless media agar terus menjadi media yang kredibel dan menjangkau masyarakat,” ujar Ken dalam webinar, Sabtu (11/12/2021).

Mengutip materi yang dipaparkan oleh Ken, media online di Indonesia sudah mulai tumbuh sejak tahun 1998, dimana saat itu sebenarnya media online belumlah menjadi media online ‘sesungguhnya’. Karena pada masa itu, media online hanya perpanjangan tangan dari media cetak yang dimiliki perusahaan media.

“Saat itu, media online belum memenuhi kriteria media online itu sendiri. Yang mana karakteristik media online itu pendek, cepat, dan tidak semua unsur 5W1H itu ada dalam satu artikel,” tambah Ken.

Ia mengatakan bahwa dengan adanya perkembangan zaman, media online terus berkembang hingga muncul media sosial dan lahirlah homeless media. 

“Meskipun belum dianggap sebagai media oleh dewan pers, homless media yang memiliki banyak followers dapat memberikan dampak yang luar biasa apabila homeless media tersebut memberitakan berita yang salah,” ujar Ken.

Ken juga menjelaskan bahwa semua orang sekarang dapat mendirikan homeless media di berbagai media sosial. Namun dirinya mewanti-wanti para peserta webinar dari Festival Sertifikasiku untuk tetap berhati-hati dan mempelajari dasar-dasar jurnalistik apabila ingin membangun homeless media.

Acara Festival Sertifikasi Learning From Expert ini merupakan wadah untuk masyarakat mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari para ahli. Sudah dimulai sejak tanggal 6 November 2021 dan berakhir pada Sabtu, 11 Desember 2021 yang menghadirkan 24 narasumber dengan berbagai latar belakang ilmu.

 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait