beautydoozy skinner
urbanasia skinner
URtech

Menkes: Yang Diretas Bjorka Bukan Data PeduliLindungi

Nivita Saldyni,
19 November 2022 18.51.16 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Menkes: Yang Diretas Bjorka Bukan Data PeduliLindungi
Image: Aplikasi PeduliLindungi (Foto: Urbanasia)

Jakarta - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah melakukan pengecekan sistem atas kemungkinan bocornya data aplikasi PeduliLindungi. Sebelumnya hacker Bjorka mengaku ia mengantongi data pengguna aplikasi tersebut dan menjualnya di Deep Web pada forum breached.to, Selasa (15/11/2022).

Dari hasil pemeriksaan BSSN, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan data tersebut bukan milik pengguna aplikasi PeduliLindungi.

"Yang Bjorka itu sudah kami cek. Data tersebut bukan data PeduliLindungi, jadi kami tidak yakin itu data kita," ujar Budi di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Antara.

"Saran saya, sudah minta BSSN untuk segera cek. Kami tidak menemukan adanya crash itu," tegasnya. 

Budi lantas mempertanyakan akurasi lebih dari tiga miliar data yang dipublikasi Bjorka, termasuk soal data sejumlah pejabat di aplikasi tersebut. Diantaranya milik Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate serta Menteri Koordinator Kemaritaman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. 

"Saya kira apakah itu untuk popularitas dengan mempublikasikan data? Karena itu bukan datanya PeduliLindungi," pungkas Budi.

Sebelumnya, Bjorka kembali membuat geger publik dengan mengklaim ia mengantongi 3.250.144.777 data pengguna aplikasi PeduliLindungi. Kumpulan data itu berukuran 48 GN yang terkompresi dan 157 GB tak terkompresi. Isinya soal vaksinasi, history check-in, hingga data kontak tracing history.

Sang hacker mempostingnya di forum breached.to pada Selasa (15/11/2022). Data itu dibagikan dengan formar CSV. Ia bahkan membagikan 40 record sampel data dan menjual data tersebut seharga US$ 100 ribu dalam bentuk bitcoin. 

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait