Jakarta - Penyanyi pendatang baru Anneth Delliecia Nasution atau yang akrab di sapa ANNETH baru saja merilis single keduanya berjudul 'Mungkin Hari Ini Esok Atau Nanti'. Lagu bergenre pop tersebut mengisahkan tentang rasa sakit dan penyesalan saat kehilangan orang yang dicintai.

“Lagu ini tentang sebuah rasa kehilangan. Biasanya saat mengalami kehilangan seseorang, baru ada rasa sakit dan penyesalan. Menyesal karena tidak dapat mengungkapkan perasaan, menyesal tidak memanfaatkan waktu terbaiknya untuk bersama orang tersebut. Merasa sesak dan bertanya-tanya kenapa dia tiba-tiba udah enggak ada," jelas Anneth dalam rilis pers yang diterima Urbanasia.

Anneth menambahkan, 'Mungkin Hari Ini Esok Atau Nanti' bukan cuma berbicara soal cinta laki-laki dan perempuan, tetapi lebih luas dan universal.

"Sebenarnya lagu ini universal sih bisa ditujukan ke siapa aja, bisa tentang kehilangan keluarga, teman atau pasangan,” jelas Anneth tentang lagu ini.

Berawal dari senang bersenandung, Anneth menemukan melodi-melodi yang bagus untuk dijadikan lagu dan terciptalah sebuah lagu yang dipilih menjadi single ke-2 Anneth yang berjudul, “Mungkin Hari Ini Esok Atau Nanti”.

Dalam membuat lagu ini, penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Idola Cilik 2018 ini mengaku terinspirasi dari film mellodrama. Anneth iseng merekam nada-nada yang dia senandungkan di ponselnya dan kemudian menambahkan lirknya.

“Waktu aku buat lagu ini, aku lagi dirumah di Manado dan saat itu lagi hujan deras. Enggak tahu kenapa nada-nada itu suka muncul dikepala aku secara tiba-tiba, karena aku takut lupa jadi aku voice record di HP aku. Pas aku dengerin lagi, ternyata bagus notasinya, lalu aku masukin liriknya," cerita penyanyi yang masih berusia 15 tahun ini.  

"Kalau tema lagunya saat itu aku dapat ide karena lagi suka nonton satu film, dimana ada satu karakter yang aku suka dan meningga dunia. Disitu aku bener-bener merasakan sakitnya dan sedih sampai aku nangis. Disitu aku mikir, oh begini yah kalau kita merasa kehilangan," sambungnya.

Anneth mengatakan proses produksi lagu ini membutuhkan waktu tiga bulan. Dalam mengaransemen musiknya, dia dibantu oleh Jeffry Stevanus dan Ryan Hazairin.

“Proses pembuatan lagu ini kira-kira 3 bulan. Kita juga ada 3 sampai 4 kali workshop sebelum jadi demo lagu. Tadinya bukan lagu ini yang ingin dirilis, ada lagu satu lain yang aku tulis juga. Namun saat aku kasih dengar lagu ini ke pihak label, mereka lebih sreg ke lagu ini. Kalau kesulitan selama rekaman sih enggak ada yah, mungkin karena lagu ini aku yang tulis sendiri jadi aku tahu bagaimana bikin lagu ini enak untuk didengarkan”, tutur Anneth.

 

 

Komentar
paper plane