Banner Skinner Urfluencer
Banner Skinner Fomo
URtainment

MV 'Levitating' Dua Lipa Libatkan Karakter Anime Tahun 1980-an

Deandra Salsabila,
sekitar 1 bulan yang lalu
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
 MV 'Levitating' Dua Lipa Libatkan Karakter Anime Tahun 1980-an
Image: Cuplikan video musik ‘Levitating’. (Instagram @dualipa)

Jakarta - Penyanyi berbakat Dua Lipa, baru-baru ini merilis video musik (MV) ‘Levitating’. Dua lipa membawa konsep yang segar untuk lagu tersebut dan membawa pemirsa ke dalam estetika nostalgia dan berkilauan dari anime 1980-an hingga 1990-an seperti Sailor Moon, Creamy Mami, dan lainnya. 

Alur gambar dalam MV 'Levitating' dimulai dengan close-up bulan, kemudian Dua Lipa mengambil karakter animenya sendiri. Dua Lipa melakukan rutinitas tarian bertabur bintang jauh di atas bumi setelah sang pahlawan mengendarai mobil convertible merah muda yang cantik ke luar angkasa.

Ketika menonton MV ini, kamu akan teringat karakter Sailor Moon. Hal ini karena kemiripannya terlihat jelas, mulai dari teknik animasi hingga gambar bulan di video tersebut. 

Dua Lipa mengembara di luar angkasa, menghidupkan planet dengan musiknya, sementara Sailor Moonmenghabiskan waktunya melindungi galaksi dari ancaman. Seperti  yang ditunjukkan dalam video, Dua Lipa juga memiliki basis penggemar yang cukup besar yang ingin melihat penampilannya secara langsung.

Video musik dirilis pada 13 September 2021 ini dibuat oleh Nostalook, grup animasi retro yang telah mengumpulkan pengikut media sosial yang cukup besar untuk karya seni dan animasinya yang dipengaruhi oleh anime klasik dari tahun 1980-an dan 1990-an.

Dilansir melalui PinkVilla, Jumat (17/9/2021), Comic Book menyatakan jika menyutradarai video tersebut dengan Kenta Orisaka yang menyediakan desain seni dan skrip, juga Yuta Oeno bertindak produser.

Sementara itu, album Dua Lipa ‘Future Nostalgia’ yang dirilis pada 2020 lalu memuat lagu "Levitating". Album ini juga masuk dalam daftar "Best of 2020" dari banyak majalah musik, termasuk The AV Club, Pitchfork, NME, dan Rolling Stone.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait