URnews

Polri Gelar Operasi KRYD, Sanksi Putar Balik Diperpanjang hingga 24 Mei

Griska Laras, Minggu, 16 Mei 2021 10.57 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Polri Gelar Operasi KRYD, Sanksi Putar Balik Diperpanjang hingga 24 Mei
Image: Pengecekan kesiapan penyekatan di Depan CITO oleh petugas gabungan, Kamis (29/4/2021). (Instagram @dishubsurabaya)

Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia akan memperpanjang sanksi putar balik kendaraan pemudik melalui operasi Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).

KRYD merupakan kelanjutan dari Operasi Ketupat yang akan berakhir pada 17 Mei mendatang. Operasi ini berlaku mulai Selasa (18/5/2021) hingga Senin (24/5/2021).

"Operasi Ketupat selesai 17 Mei dan akan dilanjutkan KRYD sampai 24 Mei 2021. Kendaraan pemudik yang melintas di posko penyekatan akan dikenakan sanksi putar balik," uajr Kepala Bagian Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Rudy Antariksawan.

Rudy menambahkan, pos penyekatan mudik selama Operasi Ketupat juga terus disiagakan selama KRYD berlangsung. Setiap kendaraan yang hendak bepergian ke luar kota diwajibkan melalui pemeriksaan di pos penyekatan.

“381 posko penyekatan mudik Lebaran juga tetap berlaku selama operasi KRYD berlangsung," paparnya.

Sementara itu untuk mengantisipasi arus balik, Kabid Humas Polri Kombes Pol Yusri Yunus menyebut pemudik yang akan masuk ke wilayah DKI Jakarta akan diperiksa kelengkapan surat bebas COVID-19.

"Tiap orang yang masuk ke Jakarta, mulai hari Minggu nanti akan kita lakukan pemeriksaan. Mereka harus bawa surat antigen dari daerah di mana mereka mudik untuk masuk ke DKI Jakarta. Keterangan bebas Covid-19 berlaku 1x24 jam," ujar Yusri dalam situs resmi Polri, Minggu (16/5/2021).

Pihaknya juga telah menyiapkan pos kesehatan berupa tes swab antigen drive-thru di beberapa lokasi bagi warga yang tidak bisa menunjukkan surat keterangan bebas COVID-19.

"Lalu kalau mereka tidak bisa bawa? Kita juga siapkan drive-thru di sana untuk mereka kita swab. Kalau mau lancar masuk Jakarta silakan swab antigen di daerahnya dulu," pungkasnya.  

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait