URnews

Tren Belanja Ramadan Berubah, Konsumen Mulai Fokus Upgrade Gaya Hidup

Urbanasia, Selasa, 5 Mei 2026 12.56 | Waktu baca 2 menit
WhatsApp ShareFacebook ShareTwitter ShareLinkedin Share
Tren Belanja Ramadan Berubah, Konsumen Mulai Fokus Upgrade Gaya Hidup
Image: ilustrasi belanja online (Pexels/Pixabay)

Jakarta — Pola belanja masyarakat saat Ramadan mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya identik dengan kebutuhan pokok dan fashion, kini konsumen justru mulai memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kualitas gaya hidup.

Perubahan ini terlihat dari data terbaru yang dirilis Blibli, yang mencatat adanya pergeseran perilaku konsumen selama Ramadan 2026, termasuk peningkatan signifikan pada kategori non-esensial seperti olahraga hingga elektronik rumah tangga.

Head of Campaign Blibli, Indra Perdana menuturkan, data yang ditemukan pihaknya tidak hanya melihat adanya peningkatan transaksi, tetapi juga pergeseran motivasi belanja. 

“Konsumen tidak lagi hanya fokus pada kebutuhan Ramadan, tetapi juga mulai memanfaatkan momentum ini untuk melakukan upgrade dalam gaya hidup mereka,” kata Indra, Selasa (5/5/2026). 

Secara angka, kategori groceries seperti sirup dan snack masih tumbuh hampir empat kali lipat dibandingkan rata-rata transaksi harian sebelum Ramadan. Fashion Muslim juga meningkat hampir tiga kali lipat.

Namun, lonjakan paling mencolok justru terjadi pada kategori non-esensial. Peralatan olahraga seperti tenis dan padel naik lebih dari lima kali lipat, sementara produk elektronik rumah tangga seperti TV LED, mesin cuci, microwave, hingga kulkas tumbuh hampir dua kali lipat. Produk perawatan diri juga mengalami peningkatan serupa.

Tren ini muncul di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tekanan. Meski inflasi relatif terkendali dan tingkat kepercayaan konsumen tetap optimistis, daya beli belum sepenuhnya pulih. Hal ini membuat konsumen menjadi lebih selektif dalam menentukan prioritas belanja.

Laporan ‘Consumer Commerce Outlook 2026’ dari Jakpat juga menunjukkan bahwa konsumen Indonesia kini semakin rasional dalam berbelanja. Mereka aktif membandingkan harga, mencari nilai terbaik, serta memilih kanal belanja dengan lebih cermat.

Dalam konteks ini, peningkatan pada kategori seperti olahraga dan elektronik mencerminkan perubahan preferensi. Konsumen mulai mengalokasikan pengeluaran pada produk yang dinilai memberikan manfaat jangka panjang, bukan sekadar konsumsi sesaat.

Dari sisi demografi, kelompok usia 25 hingga 44 tahun menjadi kontributor terbesar transaksi selama Ramadan 2026, dengan komposisi gender yang relatif seimbang. Metode pembayaran didominasi oleh virtual account, diikuti kartu kredit dan dompet digital.

Menariknya, aktivitas belanja tidak langsung menurun setelah Idul Fitri. Konsumen masih aktif bertransaksi, baik untuk memanfaatkan promo lanjutan maupun melanjutkan rencana pembelian yang sempat tertunda.

“Pasca-lebaran masih menjadi periode yang aktif. Konsumen tetap berbelanja, tapi dengan pilihan yang lebih selektif dan fokus pada apa yang benar-benar mereka butuhkan,” tutup Indra.

Komentar
paper plane

Berita Terkait
    Berita Terkait